Selasa, 02 Juli 2013

NOVEL 2060 YULI PRITANIA vs NOVEL IN DEATH SERIES JD ROBB

Kawan-kawan, debat tentang novel 2060 karya Yuli Pritania (Grasindo) vs novel In Death series karya JD Robb di kolom komentar, saya pindahkan ke postingan berikut.

Ada pembaca yang menganggap 2060 karya Yuli Pritania merupakan plagiat In Death series karya JD Robb. Namun ada pula pembaca yang membela dan keberatan dengan tuduhan tersebut.

Pembuktian sebaiknya dibuat dalam bentuk tabel oleh pembaca yang memahami kedua novel, seperti yang dilakukan dalam kasus novel Amsterdam Ik Hou van Je. Buatlah perbandingan langsung ke dua novel yang meliputi setting, karakter, dan hal-hal lain yang dianggap memiliki kesamaan. Dari perbandingan langsung, akan lebih mudah dilihat kemiripannya.

Berikut isi debat tersebut yang berlangsung antara 13 Juni-30 Juni 2013.

Anonim 13 Juni
Mungkin Saudara Gemblin Jules bisa membandingkan novel 2060 karya Yuli Pritania dengan novel In Death series karya JD Robb, mungkin akan menemukan hal yang menarik seperti di atas atau mungkin lebih parah.
 
Gemblin Jules (Admin) 14 Juni
Saya belum baca novelnya. Bagaimana kalau anonim yang kirim data dan pembuktian agar di posting di blog ini. Mari bareng berantas plagiasi yang semakin merajalela.
 
Anonim 19 Juni
Benar seperti yang dikatakan anonim di atas, novel 2060 karya YULI PRITANIA terbitan Grasindo, juga merupakan PLAGIAT super parah. Bandingkan dengan novel In Death series karya JD Robb. Yuli Pritania hanya mengubah setting novel saja menjadi setting KOREA. Dan lucunya lagi, tokoh yang ia pakai adalah nama populer dari boyband Korea: Super Junior.
 
Anonim 19 Juni
Karya YULI PRITANIA ini, saya tidak tahu apakah bisa disebut Plagiat atau hanya terinspirasi. Saya punya novel 2060 ini, punya pula novel JD Robb yang berjudul Telanjang dalam Kematian aka Naked in Death (series pertama). Menurut saya memang ada beberapa hal yang sama dengan novel JD Robb itu, contohnya saja: auto-chef pada novel JD Robb, diganti dengan auto-machine pada novel 2060. Karakter pria di novel JD Robb dan 2060 memiliki latar belakang yang sangat mirip, penggambaran karakternya pun begitu. Penulis mengaku hanya terinspirasi, tapi apakah inspirasi harus meniru sama persis? Mungkin ada seseorang yang dapat menemukan letak kemiripan tersebut.
 
Anonim 28 Juni
Saya punya novel 2060 dan saya penggemar JD Robb series 1-16 saya mengoleksinya. Memang untuk masalah autochef dan beberapa karakter Kyuhyun dan Roarke 85% sama. Tapi tolong pahami dulu apa itu makna plagiat. Si penulis menjelaskan dia terinspirasi JD Robb/Nora Roberts dan si penulis mengembangkan dengan penjabaran sendiri. Saya sangsi sepertinya Anonim di atas saya mempunya masalah pribadi dengan penulisnya ya? Terbaca loh cara penyampaiannya J
 
Anonim 29 Juni
Boleh ikut bergabung sebentar? Saya membaca berbagai macam novel. Entah itu yang Korea-an ataupun bukan. Saya juga sudah membaca In Death series karya JD Robb sampai seri ke-23 Survivor in Death. Kebetulan beberapa waktu lalu ke Gramedia dan menemukan novel fanfiction 2060, saya langsung tertarik karena menyinggung soal kecanggihan teknologi masa depan dan membuat saya teringat setting waktu yang hampir berdekatan dengan karya JD Robb. Awal baca, agak curiga kalau saja novel ini isinya malah plagiat dari JD Robb. Tapi semakin dalam membaca, saya justru menemukan banyak perbedaan karakter tokoh utamanya Kyuhyun-Roarke dan Eve-Hyena. Latar belakang kehidupan mereka juga beda. Untuk masalah autochef namanya tetap sama, tidak diganti menjadi automachine sepertinya. Intinya, penulis tidak asal memplagiat. Beberapa bagian mungkin sama karena terinspirasi, tapi lainnya dia kembangkan sendiri karena jalan ceritanya pun jauh berbeda dengan In Death series-nya JD Robb.
 
Anonim 29 Juni
Saya sudah membaca novel 2060, teman saya yang merekomendasikan, dan kebetulan juga saya penikmat karya Nora Roberts dan JD Robb. Mungkin letak kemiripannya memang berada pada teknologi yang berada pada jaman itu dan kekayaan yang dimiliki Kyuhyun-Roarke. Tetapi bila dilihat dari kisah cinta, awal pertemuan Kyuhyun-Hyena, pekerjaan Hyena, karakter Kyuhyun, dan alasan Kyuhyun-Hyena menikah sangat berbeda dengan dengan Naked in Death. Bisakah disebut plagiat? Plagiat itu menjiplak/menyalin karya orang lain (mungkin mengedit beberapa bagian untuk penyesuaian), sedangkan terinspirasi mendapat bayangan dari sesuatu dan mengembangkannya dengan pemikirannya sendiri. Menurut saya penulis 2060 lebih terinspirasi oleh In Death series, bukan memplagiatnya. Jika tidak salah di novel 2060 penulis menuliskan bahwa dia memang terinspirasi oleh JD Robb. Terinspirasi belum tentu meniru.
 
Anonim 29 Juni
Saya sudah membaca novel 2060, dan saya juga pernah membaca novel JD Robb. Saya tidak melihat adanya plagiarisme di novel 2060. Memang ada beberapa hal yang sama seperti autochef dan android, dan penulisnya mengatakan bahwa itu memang terinspirasi dari novel JD Robb, namun jalan ceritanya sangat jauh berbeda. Saya rasa bagi yang sudah membaca novel 2060 dan novel JD Robb bisa melihat dan menilai sendiri bahwa novel 2060 bukan plagiat dari novel In Death series-nya JD Robb.
 
Anonim 30 Juni
Saya sudah pernah membaca dua-duanya, dan saya akui banyak kesamaan dari segi karakter dan lain sebagainya. Pada dasarnya tidak ada pakem yang jelas yang membedakan antara terinspirasi dan plagiasi. Mungkin saja memang dia sangat menyukai cerita In Death sehingga ingin membuat In Death dengan nama tokoh yang berbeda, tetapi menurut saya yang namanya terinspirasi kan tidak membuat karakter yang sama persis, kemudian alat-alat yang sama. Yang benar-benar berbeda hanya nama kota dan setting cerita.
 
Tapi sekali lagi persepsi plagiat dan inspirasi itu bergantung pada masing-masing orang, mungkin alibi si penulis dan penggemarnya adalah terinspirasi, namun bagi pembaca yang netral seperti saya yang sama sekali tidak mengenal si penulis secara pribadi, saya menganggap ini meniru. Untuk kebenaran hanya Tuhan dan si penulis yang tahu.
 
Saya mendoakan semoga si penulis jika ke depannya akan menerbitkan buku lagi, akan menerbitkan suatu karya yang lebih orisinil, jika memang tidak mampu membuat sesuatu yang orisinil, janganlah terlalu banyak mengambil karakter, ide, cerita dari orang lain seperti yang telah dilakukan.

202 komentar:

  1. Saya sudah pernah membaca dua novel tersebut.
    Saya tidak tahu apa ini disebut plagiasi atau terinspirasi.
    Tapi, rasanya sayang sekali jika novel 2060 ini memang benar-benar plagiat. Karena penerbit yang menerbitkan novel ini adalah salah satu penerbit besar.
    Ini adalah sedikit persamaan yang bisa saya jabarkan.


    Kemiripan Novel JD. ROBB (Especially Naked in Death) dan 2060 : When the World is Yours karya Yuli Pritania Penerbit Grasindo

    On thanks to, She Said : "My big inspiration, JD Robb, the source of all the ideas, Roarke and Eve too--my beloved fiction characters."

    Naked in Death 2060 : When the World is Yours
    1 Roarke is CEO and Director of Roarke Industries Cho Kyuhyun, merupakan pewaris dan calon CEO dari Cho Corporation
    2 Roarke sosok misterius, dingin, tampan, bisa berbuat apapun karena orang kaya dan terpandang Cho Kyuhyun sosok misterius, dingin, tampan, bisa berbuat apapun karena orang kaya dan terpandang
    3 Autochef : mesin pembuat makanan dan minuman otomatis Chef-machine : mesin pembuat makanan dan minuman otomatis
    4 Eve penikmat kopi Han Hye Na penikmat kopi
    5 Eve bekerja di kepolisian, dan memiliki peran untuk menyelidiki pembunuhan berantai yang mengkaitkan Roarke Hye Na bekerja di KIA sebagai agen rahasia (seperti CIA), dan memiliki peran untuk menyelidiki pembunuhan pemilik Cho Corp yang mengkaitkan Kyuhyun
    6 Eve keras kepala, tidak suka diatur, mandiri, self-defense nya sangat tinggi Han Hye Na keras kepala, tidak suka diatur, mandiri, self-defense nya sangat tinggi
    7 Ada Link, sejenis alat komunikasi masa depan yang bisa menampilkan layar digital (seperti yang difilm Iron Man 3) Ada Communicator, sejenis alat komunikasi masa depan yang bisa menampilkan layar digital (seperti yang difilm Iron Man 3)

    Secara garis besar, penuntasan cerita memang berbeda, tapi karakterisasi dan beberapa hal banyak diambil dari novel JD. Robb ini masih banyak hal lain yang mirip tapi saya terlalu lelah untuk menemukan kemiripan itu karena sudah pernah membacanya dan baru kali ini mencoba mengurutkannya.
    Tapi yang menjadi pertanyaan : Apakah terinpirasi karakter novel seseorang harus pula mengikuti karakter dari novel tersebut untuk isi tulisannya?

    BalasHapus
  2. Saya sudah pernah membaca dua novel tersebut.
    Saya tidak tahu apa ini disebut plagiasi atau terinspirasi.
    Tapi, rasanya sayang sekali jika novel 2060 ini memang benar-benar plagiat. Karena penerbit yang menerbitkan novel ini adalah salah satu penerbit besar.
    Ini adalah sedikit persamaan yang bisa saya jabarkan.


    Kemiripan Novel JD. ROBB (Especially Naked in Death) dan 2060 : When the World is Yours karya Yuli Pritania Penerbit Grasindo

    On thanks to, She Said : "My big inspiration, JD Robb, the source of all the ideas, Roarke and Eve too--my beloved fiction characters."

    Naked in Death 2060 : When the World is Yours
    1 Roarke is CEO and Director of Roarke Industries // Cho Kyuhyun, merupakan pewaris dan calon CEO dari Cho Corporation
    2 Roarke sosok misterius, dingin, tampan, bisa berbuat apapun karena orang kaya dan terpandang // Cho Kyuhyun sosok misterius, dingin, tampan, bisa berbuat apapun karena orang kaya dan terpandang
    3 Autochef : mesin pembuat makanan dan minuman otomatis // Chef-machine : mesin pembuat makanan dan minuman otomatis
    4 Eve penikmat kopi // Han Hye Na penikmat kopi
    5 Eve bekerja di kepolisian, dan memiliki peran untuk menyelidiki pembunuhan berantai yang mengkaitkan Roarke // Hye Na bekerja di KIA sebagai agen rahasia (seperti CIA), dan memiliki peran untuk menyelidiki pembunuhan pemilik Cho Corp yang mengkaitkan Kyuhyun
    6 Eve keras kepala, tidak suka diatur, mandiri, self-defense nya sangat tinggi // Han Hye Na keras kepala, tidak suka diatur, mandiri, self-defense nya sangat tinggi
    7 Ada Link, sejenis alat komunikasi masa depan yang bisa menampilkan layar digital (seperti yang difilm Iron Man 3) // Ada Communicator, sejenis alat komunikasi masa depan yang bisa menampilkan layar digital (seperti yang difilm Iron Man 3)

    Secara garis besar, penuntasan cerita memang berbeda, tapi karakterisasi dan beberapa hal banyak diambil dari novel JD. Robb ini masih banyak hal lain yang mirip tapi saya terlalu lelah untuk menemukan kemiripan itu karena sudah pernah membacanya dan baru kali ini mencoba mengurutkannya.
    Tapi yang menjadi pertanyaan : Apakah terinpirasi karakter novel seseorang harus pula mengikuti karakter dari novel tersebut untuk isi tulisannya?

    BalasHapus
  3. Saya baru membeli novel 2060 ini minggu lalu, karena tertarik dengan sinopsisnya. Buku ini juga termasuk buku laris di kota saya.
    Tapi saya kecewa setelah membaca isinya, karena selain novel ini belum selesai (akan ada buku-buku selanjutnya), terlebih lagi saya adalah penggila novel JD.ROBB.
    Saya kira isinya akan sangat berbeda dengan Naked in Death, tapi ternyata saya lagi-lagi kecewa.
    Ada banyak sekali kemiripan (yang hanya diganti namanya saja) oleh sang penulis.
    Jujur, saya menyesal membeli novel 2060, karena isinya tak sebagus dugaan saya.
    Bukan tidak bagus ceritanya, tapi saya menilai ini tidak bagus karena terlalu mirip dengan novel Naked in Death.
    Walaupun penulis mengatakan ini hanya terinspirasi, tapi apakah terinspirasi itu hanya menggambarkan karakter tokoh Roarke (di 2060 berganti jadi Cho Kyuhyun) sama persis?
    Tentang kekayaannya, sifatnya, kepintarannya.
    Lalu tokoh Eve yang berganti jadi Han Hyena di sini. Rasanya seperti melihat Eve dalam Naked in Death, tapi kali ini versi Korea.
    Rasanya saya seperti ditipu mentah-mentah setelah membeli novel ini.
    Harganya tidak sebanding dengan apa yang saya harapkan. Terlebih lagi kemiripan-kemiripan yang langsung mengingatkan saya pada novel Naked in Death.
    Saya berharap, penulis bisa mengembangkan cerita sendiri, terlepas dari kata terinspirasi.
    Karena saya suka diksinya, tapi saya kecewa dengan kemiripan-kemiripan ini.
    Kalau penulis terinspirasi, seharusnya bisa membuat yang lebih hebat daripada novel karya JD. ROBB.

    BalasHapus
  4. saya pernah membaca karya JD Robb, yg diduga di plagiat sama penulis yg satu ini,, klo cerita dia (yuli) saya pernah membaca (belum sampai habis) dan tidak tertarik untuk membaca, kenapa?? pertama, banyak teman yg bilang karya nya mirip dengan jd robb, dan memang benar unsur penokohan mirip, serta beberapa penggambaran tentang masa depan pun mirip, kedua, arogansi penulisnya.... memang subjektif, tapi sebagai pembaca, akan lebih nyaman jika mengenal penulis yg ia baca karya nya sebagai pribadi yang bersahabat dan tidak menempatkan diri dia di atas segalanya, sorry to say, mungkin hanya pandangan saya saja....

    oke, melihat beberapa kasus plagiat, saya masih terus berpikir, apa bedanya plagiat dan terinspirasi????? misal, ada satu kasus, seseorang menonton sebuah film or membaca sebuah cerita, trus dy berniat menulis cerita dan setelah jadi ternyata tulisannya itu mirip dengan apa yang dia baca/ tonton? itu termasuk apa??? plagiat kah???

    saya juga suka menulis, belum dikatakan sebagai penulis, dan melihat kasus dia (yuli) , terlepas dari unsur penilaian subjektif saya terhadap dia (yuli), dia termasuk penulis yang cerdas, kenapa? karena penggambarannya dia masih menggunakan bahasa dia sendiri, walau memang, penokohan sama, cerita pun hampir mirip, cuma beda diganti namanya aja.
    Nah masalah penokohan ini, saya pernah membaca, seorang tokoh pernah berpendapat (saya lupa siapa), "sebenarnya di dunia ini ga ada yg sepenuhnya orisinal, yg ada itu otentik"..... makna dari pendapat di atas, dia (yuli), belum bisa menghasilkan tokoh yg otentik menurut dia sendiri, plagiat kah??? masih rancu dari sisi mana dibilang plagiat, yg jelas dia tidak otentik, termasuk penokohannya,, mnurut saya tulisan yang bernilai itu dilihat dari keotentikan cerita, tokoh dan segala unsur di dalamnya yang membuatnya menarik, (tulisan apapun mau itu fiksi atau karya ilmiah)

    kalau menururt dosen saya, (karya ilmiah) " yg termasuk plagiat itu "copy paste" tanpa menyebutkan dari mana anda "copy paste", yg bukan plagiat itu "copy paste" sebutkan dari mana copy paste, lalu berikan pendapat tentang hal itu menurut anda sendiri", nah kalau terinspirasi, adakah batasannya???
    so yuli, you're great writer, but not an authentic one, jadi jangan bangga dulu dari banyak sanjungan yg kamu dapat, sebagai penulis seharusnya bisa berbagi ilmu lebih, as a friend, bukan sebagai 'seseorang yg lebih tahu segalanya', kalau terinspirasi, biasanya karya yg terinspirasi tersebut punya nilai lebih dari karya sebelumnya
    yuk mari buat karya yg authentic, pasti jauh deh dari kata 'plagiat' , :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf, ini yang dibahas adalah kasus kesamaan novel 2060 dan naked in death serta pendapat-pendapatnya.
      Bukan alasan anda tertarik atau tidak untuk membaca novel 2060, atau pun kata dosen anda mengenai apa itu plagiat dan yang lainnya. Intinya komentar anda lebih cenderung menceritakan masalah-masalah pribadi anda, jadinya ngelenceng dari the main of topic...

      Hapus
    2. lalu kenapa anda marah2? toh itu pendapat masing-masing bukan??

      Hapus
  5. sorry Saya agak keberatan masalah Kesamaan Karakter...kalau memang yg di permasalahkan adalah karakter Kyuhyun yg sama dan Hye na yg juga keras kepala..sorry Saya harus memberitahukan kenyataan yg saya tahu, SEBELUM si penulis menerbitkan Karya 2060, Karakter Kyuhyun dan Hyena Memang seperti itu... di NBY karakter Kyuhyun dan Hyena pun seperti itu...saya sudah lama mengunjungi Blog si penulis sebelum dia menerbitkan 2060,

    dan komentar anonim " Secara garis besar, penuntasan cerita memang berbeda."

    setau saya bahkan Book 1 novel 2060 pun ceritanya belum Tuntas? bagaimana bisa menyimpulkan si penulis PLagiat?

    BalasHapus
    Balasan
    1. penokohan secara umum jika dibandingkan dengan karya JD Robb, penokohan hampir 85-90% mirip,,

      masalah 'keras kepala' adalah karakter si kyuhyun dari sejak dulu di tulisan dia, blum jadi acuan, kalau kenyataannya karakter tokoh utama dalam novel dia (yuli) dan JD Robb itu sama, :)

      ya intinya dia (yuli) itu memang belum bisa dikatakan sebagai plagiator, cuma karya dia ga otentik :)

      Hapus
    2. bisa beri contoh bagaimana bentuk Karya Yang Otentik gan ?

      Hapus
    3. otentik?
      dikatakan otentik mungkin menurut pendapat saya, cerita, tokoh atau unsur dalam suatu cerita hanya milik si penulis, ada nilai beda, karya otentik muncul sendiri dari pemikiran si pembuat karya, suatu yang baru yg belum pernah ada,
      karya otentik?? lukisan monalisa, Da Vinci
      kalau dari tulisan, tergantung dari bagaimana si penulis menuangkan segala pemikirannya, yg otentik itu, bagaimana seorang penulis (apapun itu, fiksi, artikel, karya ilmiah) yang memang hasil pendapat atau pemikiran dia terhadap suatu hal,
      karakter Delisa dalam Hafalan Surat Delisa, Tere Liye, bisa disebut otentik karena memang karakter itu dibangun oleh Tere Liye, benar bgitu?
      Karakter Sheila, dalam Sheila : Kenangan yang Hilang, terjemahan asli dari Torey Hayden, karakter Sheila seorang skizofrenia dari kecil dengan tingkah lakunya, dibangun dari apa yang Torey Hayden pikirkan,

      masalah penokohan Roarke dan Kyuhyun, yg terlebih dulu ada yg mana??? jadi cukup bilang penokohan dalam novel dia (yuli) tidak otentik....

      intinya karya otentik itu, karya yang pertama kali ada,, jika ada karya setelahnya yang sama, ya berarti bukan otentik dong....karena ada perubahan,,

      masih ingat dalam sejarah naskah proklamasi ada yg bentuk otentik, seperti itu mungkin,,,,

      Hapus
    4. Jadi bisa di bilang "jika" ada Novel yang terlebih dahulu atau sesudah dari Series JD Robb yg berkarakter sama bisa dikatakan bahawa Karya JD Robb/karya next novel pun tidak otentik seperti itu kah ?

      Hapus
    5. Jika seperti itu maka amat sangat disayangkan Penulis Lokal dan industri Film di indonesia pun Tidak ada yg Otentik,

      Hapus
    6. otentik = khas .... bisa ga di simpulkan seperti itu?

      Hapus
    7. okeeeyyy,, dari pada melantur, i think we need an expert in here -____-

      Hapus
    8. JD ROBB tahun berapa? Blognya YP tahun berapa?
      Tidak lucu kan kalau JD ROBB yang plagiasi karakter Kyuhyun-Hyena?

      Bahkan ketika YP mengatakan bahwa YP menyukai In Death Series, jawabannya sudah didapatkan bahwa karakter Kyuhyn-Hyena diambil dari karakter Roarke-Eve. Tidak peduli apakah itu di 2060 ataukah cerita lain.

      Harap saudara jangan membela penulis tersebut dengan satu aspek semata.

      Hapus
    9. lalu? apa yang memiliki karakter sperti itu hanya karya JD> ROB?? mungkin kalian baru membaca satu seri dari JD. rob jadi gak tau apapun. saya jelaskna. Glory in death! menjabarkan kehidupan Eve dimasa lalu yang ternyata punya trauma! dia membunuh ayah kandungnya sendiri kae\rna dileceh kan oleh ayahnya. dibawa kemanapun jelas berbeda sayang...

      Hapus
  6. saya mau komentar soal perkataan anonim " saya pernah membaca karya JD Robb, yg diduga di plagiat sama penulis yg satu ini,, klo cerita dia (yuli) saya pernah membaca (belum sampai habis) dan tidak tertarik untuk membaca, kenapa?? pertama, banyak teman yg bilang karya nya mirip dengan jd robb, dan memang benar unsur penokohan mirip, serta beberapa penggambaran tentang masa depan pun mirip, kedua, arogansi penulisnya.... memang subjektif, tapi sebagai pembaca, akan lebih nyaman jika mengenal penulis yg ia baca karya nya sebagai pribadi yang bersahabat dan tidak menempatkan diri dia di atas segalanya, sorry to say, mungkin hanya pandangan saya saja....."

    yg dibahas disini adalah Soal kesamaan Novel, kenapa jadi masalah Pribadi si Authornya yah?

    BalasHapus
  7. Semoga tergantung bagaiamana para pembaca Mengartikan Makna PLAGIAT dan Terinspirasi..dan harus menilainya secara Objektif.

    BalasHapus
  8. intinya sih klo dalam kasus bgini, sharusnya jelas dulu makna plagiat itu apa dan seperti yg dibilang di atas batasan terispirasi itu seperti apa? dan case closed....
    soalnya banyak kasus terinspirasi yg sukses kok,

    BalasHapus
  9. Hei, karakter Kyuhyun sama Hyena emang udah kayak gitu dari dulu. Hyena pecinta kopi? Dari dulu juga gitu. Kyuhyun yang keras kepala, seenaknya sendiri? Dari dulu juga kayak gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. karakternya Roarke-Eve juga seperti itu dari dulu. Atau jangan-jangan, JD. ROBB yang plagiat karakter Kyuhyun-Hyena buatan Yuli Pritania ya? Keren.

      Hapus
  10. kyuna shipper in action....

    BalasHapus
  11. Mengupas apa itu plagiat dan bukan tentunya memerlukan parameter tertentu, sehingga akan mudah untuk berpijak. Sistem menyamakan pemahaman terlebih dahulu adalah cara yang paling adil, dalam menilai apakah ini termasuk atau tidak.
    kalau Arti plagiat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia : pengambilan karangan (pendapat dsb) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dsb) sendiri, msl menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri

    Perlu dipahami terlebih dahulu batasnya. Kita yakini terlebih dahulu bahwa dalam proses penciptaan karya tidak ada gagasan original.


    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, agree... ga ada gagasan yang original.... :) bahkan sebelum membuat tulisan kita perlu riset kan?? nah bagaimana kita sebagai penulis mengolah hasil riset yang kita dapat jadi sesuatu yang baru hasil dari pemikiran kita....

      Hapus
    2. sama dengan Conventional Academic Writing: ide tulisan diambil dari beragam sumber dan dikemas ulang untuk membedakan dari sumber tulisan.

      Hapus
  12. Sebaiknya Baca dulu Novel 2060 sampai tuntas(tunggu book 2 terbit )
    lalu rangkum secara GARIS BESAR itu termasuk Plagiat atau Inspirasi,
    jangan menilai karya orang lain seperti kalian tahu benar awal dan akhirnya,,

    saya baca comentar2 awal yg dengan lantangnya mengclaim bahwa novel yg sedang dibahas merupakan plagiat sedangkan novel tersebut bahkan belum tuntas alias masih to be continue ?


    BalasHapus
  13. Komentar di atas yang mengatakan darimana tahu penuntasan ceritanya mungkin pernah membaca 2060 lebih dulu, karena Penulis (Yuli Pritania) ini pernah mempublish 2060 di blog pribadinya, yang secara tidak langsung bisa dibaca khalayak luas. Sebelum akhirnya blog pribadinya ia tutup kemudian ia menerbitkan tulisannya tersebut.
    Well, jika pembaca di sini pernah mengunjungi blognya, dan membaca tulisan-tulisannya, karakter yang dia ciptakan sangat tidak otentik. Ada beberapa cerita yang dia ambil dari beberapa novel terkenal. Sebut saja novel Ilana Tan, novel Melisa de cruz (Blue Blood). Dia SELALU mengatakan itu terinspirasi.

    Sebagai seorang penulis seharusnya dia mampu membuat suatu karya yang tidak membuat orang bingung atau merasa kecewa seperti ini. Bukankah membuat karya dari pemikiran diri sendiri adalah hal yang menyenangkan? Untuk apa meniru karakter dari novel lain yang kita sukai, hanya karena ini fanfiction kah?

    Pembaca yang merasa kecewa dengan novel 2060 ini bisa dikatakan penggemar berat series In Death. Dan untuk yang membela si Yuli ini bisa dikatakan penggemar dari tulisan Yuli. Tapi tidakkah dipikirkan, bagaimana jika penulis yang kalian gemari itu karyanya ditiru atau diambil pemikirannya?

    Ada baiknya untuk penggemar Yuli ini berhenti mendewikan sang penulis, agar dia berkembang, menjauhi cara "INSPIRASI" ini untuk tulisannya.

    Saya berharap, penulis seperti dia (saya akui tulisan dan diksinya sangat bagus) bisa menghasilkan karya yang otentik dan berciri khas.

    Novel adalah isi cerita, diksi atau tata bahasa dan penyampaian adalah nilai plus dari novel itu sendiri.

    Cerita.


    BalasHapus
    Balasan
    1. wah sepertinya anda mengenal penulisnya ?
      Tapi bukankah comentar awal " Saya baru membeli novel 2060 ini minggu lalu, karena tertarik dengan sinopsisnya. Buku ini juga termasuk buku laris di kota saya." & komentar " Saya sudah pernah membaca dua NOVEL tersebut." menjelaskan beliau hanya membaca 2060 Novel bukan BLOG?

      dan disini saya tidak mendewa/dewikan JD Robb/ Yuli Pritania, semua pengarang BULSHIT kalau tidak memiliki sosok inspirasi, gagasan / ide di dunia ini tidak ada yg murni, tergantung bagaimana dia mengembangkannya sendiri..

      Hapus
    2. Ini fans-nya penulis ya?
      Itu yang komentar di sini pasti orangnya beda-beda, mbak / mas.
      Jadi, maklumin aja.
      Saya baca komentar-komentar dari atas ke bawah, lalu senyum-senyum sendiri.
      Komentar awal yang dikomentari oleh mbak / mas, kayaknya bukan yang nulis komentar yang ini deh mbak.

      Hapus
    3. lalu, apa yang dikembangkan oleh Yuli Pritania? Jalan ceritanya?

      Link // Communicator ?
      Auto-Chef // Chef-Machine ?
      Roarke Industries // Cho Corporation ?
      Roarke // Cho Kyuhyun ?
      Eve // Hye Na ?

      Sosok yang menginspirasi adalah sosok yang akan membuat kita berkembang, membuat sesuatu yang lebih baik lagi dari apa yang kita inspirasikan. Bukannya meniru ya mbak/masnya.

      Mbak/masnya sekiranya pahami betul kata 'Inspirasi' dan 'Meniru' itu sendiri.

      Terselip satu atau dua ide yang sama dalam sebuah novel 'mungkin' sudah jadi hal yang lumrah, tapi apakah mengambil tanpa izin pemikiran orang lain juga harus dilumrahkah dalam kasus ini?


      Mari kita berikan pengertian pada Penulis Yuli Pritania ini, agar yang bersangkutan bisa menulis lebih baik lagi, menghasilkan karya yang benar-benar dari hasil pemikirannya sendiri tanpa embel-embel terinspirasi. Anda membela sesuatu yang salah dan tidak akan ada pembenaran jika masih berpendapat apa yang ia tulis adalah hal yang biasa.


      Hapus
    4. yang ngomongnya pake otot dan kasar pasti fansnya, atau malah penulisnya sendiri? setelah berlindung di balik "terinspirasi" sekarang berlindung di balik "anonim"asi.

      Hapus
    5. hahahaha iya pasti tuh...

      Hapus
    6. HAHAHAHA karakter penulis 2060 seperti yang sudah-sudah. Menyedihkan.

      Hapus
    7. seperti yang sudah-sudah, komentar negatif dengan sudut pandang yang menurut saya pribadi di tulis oleh orang yang terlebih dahulu tidak menyukai si penulisnya .. saya benar kan?

      Hapus
    8. itu yang coment soal berlindung di balik " anonim." kenapa gak sadar diri? dia aja berkomentar di balik identitas anonim kan? haha lucu

      Hapus
    9. itu yang coment soal berlindung di balik " anonim." kenapa gak sadar diri? dia aja berkomentar di balik identitas anonim kan? haha lucu

      wah maaf ya mba, saya gak punya akun blog jadi ya bisanya pake anonim, gimana dong? bisa disarankan gak ke google kalo pilihan anonim di hilangkan aja.

      Hapus
    10. seharusnya Yuli pritania tidak menyombongkan diri dengan kesuksessannya, apalagi kalo kesuksessan tersebut penuh dengan kata INSPIRASI

      Hapus
  14. Saya juga dulunya pembaca setia di blog Yuli Pritania (sebelum pada akhirnya ditutup).
    Diksinya sangat bagus, dia sebenarnya penulis yang hebat.
    Namun, saat saya membaca REINCARNE, saya menemukan banyak kesamaan dengan Novel Melisa de cruz (Blue Blood).
    Dan ketika saya menanyakan langsung kepada Yuli, melalui twitternya @kyuteuk_eunhae
    Saya menanyakan apakah ia pernah membaca Novel karya Melisa de cruz (Blue Blood).
    Dia membalas mention saya dan mengatakan kalau REINCARNE "terinspirasi" dari Blue Blood.

    See?

    Sebenarnya dia penulis hebat, tapi sayangnya, karya yang dia hasilkan terlalu banyak terinspirasi dengan novel-novel terkenal.
    Itu yang sebenarnya sangat disayangkan.
    Padahal sebenarnya menurut saya, Yuli Pritania PASTI mampu membuat karya otentik yang terbebas dari alasan "terinspirasi".

    Dan hal ini terjadi pada novel 2060 yang "terinspirasi" dari Naked in Death - JD. ROBB.


    Saya pernah membaca artikel soal kasus plagiasi.

    "Plagiasi ketika kita mengutip, meng-copy paste, atau menulis ulang pemikiran orang lain tanpa izin."

    "Sebaiknya dihindari meminjam tokoh/karakter dari karya lain karena ini rentan terkena kasus plagiasi"

    BalasHapus
  15. Saya penggemar Novel2 terjemahan dan Novel2 Fanfiction Korea,,
    sepertinya saya juga banyak menemukan Novel2 Fancfiction Korea yang memiliki Karakter/ Cerita yang sama dengan Komik - Komik Manga anime dan Film :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi tidak semirip 2060 dengan Naked in Death.
      Tema novel-novel fanfiction Korea itu biasanya mainstream / sudah umum.
      Kemiripan 2060 dengan Naked in Death ini kayaknya mesti dibahas lebih lanjut deh oleh yang punya blog.

      Hapus
    2. apa bedanya ? kalau memiliki kesamaan bukankah patut juga di telusuri..mainstream tetap aja berasal dari sebuah inspirasi..tapi klo tidak menyebutkan inspirasinya dari mana sama saja kan pencurian Ide ?

      Hapus
    3. Dan yang Punya ini Blog kayaknya harus baca juga Novel2 fanfiction Korea, pasti bakal menemukan banyak cerita yg gak jauh2 dari Komik atau Novel lainnya bahkan Film...
      Biar sekalian berantas semua mana yg Plagiat mana yg inspirasi.

      Hapus
    4. Setuju sama komentar di atas, mari memberantas plagiat :)

      Hapus
  16. Hati-hati lho, banyak plagiat yang berlindung dibalik kata "TERINSPIRASI"
    Hanya untuk membuatnya terlihat seperti malaikat, padahal setan.
    hihihihii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setan.. seperti anda?

      Hapus
    2. mbaknya hati2 loh anda bilang orang lain seperti setan sedangkan anda sendiri melindungi diri dari identitas " anonim."

      Hapus
  17. Ini lagi bahas Novel 2060 terbitan Grasindo ya?
    Haduh, berarti terbitan Grasindo wajib diwaspadai nih.
    Yang novel Amsterdam karya Arumi yang Plagiat itu juga terbitan Grasindo kan?
    Padahal Grasindo itu lini Gramedia ya?
    Seharusnya hal kayak ginian gak terjadi.
    Tercoreng banget nama penerbitnya nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Grasindo harusnya memetik pembelajaran banyak dari hal ini. Sayang sekali, penerbit besar, mengecewakan banyak pihak.

      Hapus
  18. Kenapa Mesti pada Heboh ? Tergantung Presepsi Masing2 lah.. Ga semua orang sama mengartikan Kata Plagiat. Yang gak suka pasti bilang plagiat sedangkan yg suka pasti bilang hanya terinspirasi.

    lagain itu urusan si penulis dia mau jadiin siapa inspirasinya,, selama bukan karya orang yg di akui milik sendiri itu belum Mutlak Plagiat..

    Perindustrian di Indonesia emang gak jauh2 dari kata Inspirasi atau Plagiat,,,Lihat aja sinetron2 atau Film indonesia gak jauh2 dari kisah2 luar

    BalasHapus
    Balasan
    1. kehebohan ini muncul agar karya-karya di Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi.

      Hal seperti ini, jika dianggap biasa, lama kelamaan tidak akan ada lagi karya yang bermutu.

      Untuk itulah hal ini dibahas. Sebagai pembaca, seharusnya kita mampu berpikir cerdas.

      Hapus
    2. kalau cuma di sosmed gak akan ngaruh, kalau mau langsung mpe akar2nya.
      jangan cuma setengah2, sekalian Adain Patroli setiap karya yg terbit, jangan hanya 1 atau 2 Novel yg di pantau.

      Hapus
    3. Iya benar :)
      Kalau kita menganggap hal ini biasa, maka akan semakin banyak karya-karya yang terinspirasi berlebihan seperti ini.
      Bagaimana Indonesia bisa maju kalau generasi mudanya adalah orang yang lebih suka berlindung dibalik kata "terinspirasi"?

      Tolong, jadi pembaca yang cerdas dan mampu menilai seseorang secara objektif

      Hapus
    4. Kasus plagiasi yang menimpa saudara Arumi (Novel Amsterdam) dan Yuli (Novel 2060), sebaiknya dijadikan pelajaran untuk para penulis agar lebih berhati-hati lagi.
      Mungkin setelah ini, akan banyak novel yang akan dibahas oleh yang punya blog.
      Maybe?
      Kita lihat saja

      Hapus
  19. Gw Rasa Para Author2 lainnya yg ngerasa memiliki kesamaan cerita ma bahan inspirasinya lagi pada deg-deg-an takut ketauan nih hahah~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya si penulis novel ini lagi panas dingin. hahahahaahaha
      udah 2 penulis yg ketauan nih

      Hapus
    2. masih banyak penulis fanfiction korea yang plagiat, baru ketauan 2 aja...ntar juga nyusul yg lain hahaha

      Hapus
    3. Tapi gue salut beneran nih, penerbitnya kan Grasindo. Bisa lolos nih para plagiat?
      Kebobolan nih grasindo. hahhahaha

      Hapus
    4. mungkin mereka lebih tau mana yg plagiat mana yg bukan secara kan Mereka pasti menguasai Pemahaman kata plagiat gan..hahaha

      Hapus
    5. Novel Amsterdam itu udah terbukti plagiat dan Grasindo minta maaf masalah ini. Penulisnya jg minta maaf. hahahhaa
      Jdi pengen tau perkembangan novel 2060 ini, gimana yaaa hasilnya. hahahha

      Hapus
    6. Kita tunggu aja gan,
      kalau Arumi jelas plagiatnya Kalimat tidak di ubah hanya di tambah Subjek kalimat,,
      nah kalau 2060 gw gak tau dah hahaha~

      Hapus
    7. Anonim2 Juli 2013 14.20

      mungkin mereka lebih tau mana yg plagiat mana yg bukan secara kan Mereka pasti menguasai Pemahaman kata plagiat gan..hahaha

      --agan yang terhormat, kalau tim grasindo jauh lebih tahu makna plagiat daripada kita yang disini, kenapa novel amsterdam karya arumi bisa ketahuan plagiatnya justru setelah terbit dan bahkan yang menemukan adalah seorang reader?---

      Hapus
    8. Penerbit mempunyai standarisasi sendiri soal plagiat.

      Hapus
    9. berarti standarnya grasindo rendah banget dong kalo sampe 2 novel terbitannya berturut-turutsampai terkena kasus.

      Hapus
    10. baru dua ntar deh yang lainnya

      Hapus
  20. Haduh, kemaren baru aja heboh masalah novel Amsterdam si Arumi.
    Ini udah ada lagi penulis plagiat?
    2060?
    Kayaknya pernah lihat di gramedia, baru ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baca dulu aja gan novelnya,,ntar baru kasih komentar itu plagiat atau inspirasi hahaha~

      Hapus
    2. Oke oke...
      Kebetulan gue punya In Death series punya JD. Robb
      Jadi pengen liat semirip apa dengan 2060.
      Kemaren kenyang makan artikel hasil copas i novel si Arumi yang Amsterdam itu.

      Hapus
    3. Jangan Lupa baca mpe kelar gan hahahah

      Hapus
  21. Gue ngakak baca komentar dari atas ke bawah. hhahahahha!!
    Lucu banget, pada debat.
    Debat antara pembaca cerdas sama fans dari penulis novel ini.
    Lucu sekali. Agak beda sama novel Amsterdam kemaren yang kurang seru perdebatannya.

    Ini lebih seru!

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya pasti dong, author tersongong didunia fanfiction. :p

      Hapus
    2. disini yang di bahas adalah kesamaan tapi kenapa jadi masalah pribadi author dengan fans atau yang haters?
      jangan jadi kan masalah ini campur tangan dengan masalah pribadi masing-masing terlihat sekali kelabilan Fans dan Hatersnya

      Hapus
    3. hahahahahahaha .. rupanya di sini ada reader yang tersakiti ama seorang author sebuah fanfiction dan berkelekar tentang keburukan author yang di bencinya di mana-mana ..

      Hapus
  22. sebenernya si yuli ini mencoba untuk beda di dunia per-fanfiction-an, cuma ide nya aja yg ngambil ide orang, pinter sih dia nyari ide bagus trus ditulis deh diganti cast nya pke korea2an, nah berlindung di balik inspirasi, sedangkan inspirasi bukan berarti ngambil ide yg udah ada kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju sama komentar di atas.
      Pinter banget si yuli ngambil ide orang, terus berlindung dibalik kata terinspirasi.

      Hapus
    2. Pintar sekali anda sembunyi di balik kata "Anonim" untuk melindungi citra anda.

      Hapus
    3. Lyana Kim : Ya betul yang Coment pakai " anonim." biasanya orang yang takut identitasnya ketahuan. alias tidak mau di cap buruk apabila komentarnya dianggap tidak baik

      Hapus
    4. kalo gak punya akun blog gimana? apa mesti kudu bikin biar bisa komen? bukankah itu tujuan pilihan "anonim" di profile komentar? agar orang yang tidak punya blog pun bisa ikut berkomentar.

      Hapus
    5. klo ingin membalas disini ada pilihan, mau pke google account, live journal, wordpress, typepad, AIM, OpenID, Name/URL, Anonymous...dan di page ini di dominasi oleh pengguna Anonymous, ada kendalakah pilihan yg lain selain anonymous? saya menggunakan Nama/URL...nama asli dan URL palsu *masukkan saja alamat website apapun* kita cek apa berhasil??
      *soalnya capek baca para Anonymous berkilah "gak punya akun blog"

      Hapus
    6. ternyata saya berhasil menggunakan Nama/URL...nama asli dan URL palsu *masukkan saja alamat website apapun*
      saya berhasil menghindari anonymous, jadi sebenarnya ngga ada alasan bagi para komentator2 pengecut untuk berpendapat disini dengan bersembunyi di balik kata "Anonim"... ntah yg mendukung ataupun yg menghujat...
      jika anda bangga disebut pembaca cerdas...belajarlah untuk menjadi komentator pemberani...

      Hapus
  23. Ini beneran karena kasus plagiat atau cari sensasi aja si?, Atau jangan jangan cuma akal akalan biar bukunya laku. Kan orang orang jadi pada penasaran tuh sama bukunya, terus beli deh.

    yah.. Kali aja cuma taktik pemasaran. Cara lain untuk promo. Secara penulis baru. Bisa jadi si. Yah siapa yang tau ya kan....???.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang kasus plagiat mbak......

      Hapus
    2. Duh~ sepertinya anda tau sekali.. kata-kata saya salah.. Duh~ sepertinya anda benci sekali XD

      Hapus
  24. Ini dari atas sampai bawah kenapa komennya anonim semua? :| (jangan2 abis saya komen, anonim juga jadinya, hihihi). Saya belum baca karya Yuli Pritania, tapi dari sinopsis dan juga bahasan disini, melihat banyaknya kemiripan buku ini dengan fondasi serial In Death. Saya ini fans berat serial In Death, Roarke itu hero idaman saya dan g ada yang bisa ngalahin (oke ini lebay), jadi saya bisa ngerti kalau Yuli mengatakan dia terinspirasi untuk bikin tokoh cowoknya kayak Roarke. Cuma ya, jangan diambil mentah - mentah dong. Setting masa depan? Check.
    Tokoh utama cewek yang penegak hukum? Check.
    Tokoh utama cowok yang miliuner kaya? Check.
    Ide ceritanya sih standar bagi saya, yah tipikal drama, tapi bisa kan bikin karakter yang lain? Dengan setting yang lain? Terinspirasi memang boleh, tapi butuh kreatifitas lebih untuk membuat karya yang baik dari tema yang sudah umum.

    BalasHapus
  25. saya senang akhirnya kasus novel ini diangkat juga, jadi disini kita bisa menyamakan persepsi. Karna saya lihat banyak sekali fans penulis (bisa dilihat dari komentarnya yang berbeda darh pembaca yang netral) saya minta maaf jika komentar saya tidak enak untuk dibaca.

    Saya merupakan seorang penggemar novel2 harlequin yang sarat petualangan dan misteri seperti in death, dan saya juga sudah membca in death sampe yg terakhr diterbitkan oleh bunda JDRobb, jd saya tau seluk beluk novel ini tiap bgan.

    Sekitar 2 minggu yg lalu saya menemukan novel 2060 di rak buku adik saya yg masih sekolah dan kebetulan seorang penggemar korea (saya bukan penggemar musik korea), dia mempromosikan buku tersebut dengan alasan saya pasti suka karena berbau misteri. Saya tertarik dan mulai membaca, jujur saya men-skip bagian sambutan penulis jadi langsung ke ceritanya.

    Pada kalimat-kalimat pertama pada novel ini saya merasakan kalimat yang sungguh tidak asing, tapi saya masih belum sampai mengingat novel in death. Baru setelah sekitar membaca 10 halaman saya baru 'ngeh' ini gaya novel indeath. Jujur sejak itu saya agak ilfeel untuk membaca. Buat apa membaca sebuah karya yang bahkan dari halaman pertama pun sudah mengingatkan pada karya orang lain.

    Tapi sebagai penggemar berat indeath saya tertarik untuk mengulik seberapa 'kurang ajarnya' si penulis mengambil content in death sehingga saya membaca sampai habis, yang membuat saya berkesimpulan bahwa sang penulis ada seorang plagiat yang cerdik dan licik.

    Kenapa saya sebut plagiat? Mengutip salah satu kalimat komentator di atas "Plagiasi ketika kita mengutip, meng-copy paste, atau menulis ulang pemikiran orang lain tanpa izin."
    saya rasa penulis 2060 menulis ulang pemikiran penulis in death, dalam artian dia menggunakan ide dari novel indeath. content 2060 85% mengandung isi dari novel indeath, saya rasa itu cukup untuk di sebut plagiat.

    tapi penulis ini sekaligus cerdik dan licik. karena dia menyusun ulang kata-kata di indeath menjadi kalimat yang berbeda walaupun jika di cermati bermakna sama. sehingga dia memiliki alibi untuk berlindung di balik ungkapan 'terinspirasi'.

    saya rasa justru penulis seperti ini yang berbahaya karena mereka sulit untuk di perkarakan secara hukum.

    saya hanya berharap komisi hak cipta bisa menyelesaikan masalah ini karena sangat memalukan meniru karya seseorang yang sudah terkenal di seluruh dunia.

    saya berharap penulis 2060 bisa merenungi kejadian ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. penulisnya emang kurang ngajar.

      Hapus
    2. Aku udah baca dua2nya, dan emang baru beberapa halaman awal aja udah mirip banget sama Naked in death.
      Roarke - Eve Dallas.
      Gak nyangka kalo karakter mereka diambil.
      Coba JD. ROBB tahu soal ini, pasti kena kasus hukum tuh penulis 2060

      Hapus
    3. see~ mungkin orang yang sama dengan orang yang tersakiti dengan sifat author nya terlebih dulu..jika seorang reader sudah terlebih dahulu tidak suka atau benci terhadap seorang author .. maka karya apapun dari sang author akan mendapat nilai negatif darinya.

      Hapus
    4. untuk anonim 5 juli 2013 pukul 11.34, maaf sekali, saya menulis komentar saya di atas berdasarkan fakta saya membaca novel yang di beli adik saya, saya tidak mengenal penulisnya sama sekali, dan pada dasarnya ini pertama kali saya membaca sebuah novel fans. saya bahkan bukan seorang pecinta musik korea, jadi saya rasa anda terlalu mengeneralkan semua pembaca yang mengungkapkan pendapatnya tentang kasus plagiat ini adalah orang-orang yang telah mengenal penulisnya secara langsung dan tidak menyukainya.

      tolong dibedakan. saudara gemblin membuat postingan ini pasti bertujuan baik untuk kita saling berdiskusi mengungkapkan pengalaman membaca novel 2060 dan indeath, dan tentunya di harapkan sebagai pembaca yang netral,

      saya kecewa sekali ternyata ada komentar picik yang men-generalkan semua pembaca novel ini sebagai orang yang mengenal si penulis dan membencinya.

      Hapus
    5. gimana ngga di generalisasi mbaaaa...wong namanya anonim semua...ntah yg ngebela atau yg ngoreksi, namanya anonim semua...yaaahhhh...jadi ngga usah terlalu kecewa laaahh..
      mungkin aja si Anonim5 Juli 2013 11.34 itu komen bukan untuk mba, tapi untuk Anonim yg komen dibawah komen situ...
      makanyaaa...hindarilah anonim, bikin banyak fitnah sama prasangka buruk bertebaran disini...

      Hapus
  26. Melihat komentar demi kometar di atas, kira2 kalau ada kasus seperti ini, supaya bisa terselesaikan harus ky gimana ya??
    maksudnya karena ini hanya sekedar opini, kalau memang tujuannya untuk memberantas plagiarisme yang berlindung di balik kata 'terinspirasi' seharusnya biar pihak penerbit tahu masalah ini, supaya ada klarifikasi ataupun permintaan maaf kaya kmrn si arumi...

    atau adakah teman2, atau pengunjung blog ini yang bisa menyampaikan bukti konkret kalau novel si yuli ini istilahnya "sah" atau "tidaknya" untuk disebarluaskan ke publik?

    kalau kasus seperti ini terus menerus terungkap, bisa jadi bahan renungan untuk penulis agar paham atas hak cipta, plagiarism, otentik dan orisinaliatas ide maupun penerbit yang tidak sembarang approve naskah, :)

    tapi dibalik itu, saya masih percaya kok Grasindo ga ceroboh, kalau memang opini teman-teman di sini bisa disampaikan ke pihak penerbit mungkin akan terselesaikan masalahnya,
    sebenernya kita pembaca cuma minta pertanggung jawaban penulis atas hasil karya yang ia suguhkan ke kita, kalau memang ada pro kontra si penulis harus bisa mempertanggung jawabkannya, apalagi sudah ke publik...

    BalasHapus
  27. ah iya, kalau boleh menambahkan, ini blog juga harus di baca sama penulisnya,
    mau lihat responnya, apakah dy punya pembelaan atau justru permintaan maaf, lalu berikan pemahaman sama dia, kalau "ide" itu mahal.... dan sangat berharga,
    soalnya melihat komentar-komentar di atas sepertinya bukan hanya ini karya nya dia yang "terinspirasi" dari novel lain,

    atau jangan-jangan si penulis sudah tahu ada kritik seperti ini tapi dia diam saja.... soalnya responnya tidak seperti kasus arumi kemarin yang meminta maaf dan mengaku salah,
    kalau memang dia punya pembelaan masih diperbolehkan kok, asal pembelaan pasti dan dipertangggungjawabkan,
    nah ada kah yang mau meneruskan ke penulis yang di maksud?, yang sudah kenal misalnya, saya liat fans nya di atas ada beberapa,

    bukan apa2, dari pada perang opini tanpa ujung.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. penulisnya sudah baca kok, bahkan sepertinya sudah mengumumkan pada fans-fansnya. mereka memata-matai blog ini kok. mungkin saja diantara anonim2 diatas ada si penulis, atau justru dia hanya diam danmembaca saja?

      Hapus
  28. masalah plagiat ga akan pernah ada habisnya utk dibahas. sekarang ini sedang heboh-hebohnya penulis2 baru mempromosikan hasil karyanya kepada orang lain untuk dibaca (atau ada maksud lain supaya terkenal).

    (mungkin) banyak penulis atau yang berkomentar disini *termasuk saya* yang juga seorang penulis (baik senior dan junior) saat menuliskan hasil karyanya selalu berlindung dibalik kata "terinspirasi".

    mengkritik dan memberikan opini boleh, tp sblm itu, kita koreksi juga diri kita sendiri, *mungkin* kita juga pernah memplagiat hasil karya orang lain.

    bisa dikatakan, kita ingin menjatuhkan orang lain tapi ternyata kita juga menjatuhkan diri kita sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. that's right... PLagiat ada 4 fase... dan 85% semua orang pasti pernah masuk kategori Fase ke 4 yaitu Type Conventional Academic Writing: ide tulisan diambil dari beragam sumber dan dikemas ulang untuk membedakan dari sumber tulisan.
      karena pada dasarnya Ide/gagasan gak ada yg Murni.

      Hapus
  29. entah kenapa saya merasa yakin penulis dan tim grasindo sudah membaca blog ini.

    Jika memang mba penulis memiliki keberanian, tolong dengan gentle lakukan klarifikasi seperti mba arumi yang saya acungi jempol berani mengakui kesalahannya.

    Karna jika mba penulis membiarkan ini berlarut-larut yang akan dirugikan adalah pihak grasindo dan penulis grasindo yang lain, yg mungkin akan sedikit mendapat cap buruk.

    Juga sebelum semakin banyak fans in death yang mengetahui hal ini. Komunitas fans in death di indonesia banyak banget loh mba, apa gak takut di perkarain ke petugas berseragam?

    BalasHapus
  30. Mbak Yuli mana nih?
    Gak gentle banget, beda sama Mbak Arumi yang mengakui kesalahannya dan minta maaf.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di tempatnya, Arumi dan Yuli jelas beda, beda kepala beda badan .. .. ..

      Hapus
    2. iya dong, yang satunya ngaku kl yang satunya lagi tetep blg terinspirasi.

      Hapus
    3. Yang satunya ber-etiket dengan meminta maaf, yang satunya lagi : "Pokoknya gue terinspirasi."

      Hapus
  31. anonim semuanya, kebetulan saya punya teman yg pembaca novel FF 2060 ini, dan dia bilang penulis sudah baca dan tahu blog ini terus ngamuk2 di FB pribadinya (ID sama dengan namanya) dan teman saya itu memberitahu apa kata2 si penulis. sedikit nyelekit sebenarnya status si penulis... entahlah sipenulis mau mampir kesini dan menulis lgsg tanggapannya gimana..

    berikut ini status FB nya si penulis menanggapi tuduhan plagiarism:
    ----"Saya bnr2 g ngerti ama manusia dengki yg satu itu. Saya g kenal ama dia, tp kerjanya selalu saja nyari2 hal buat ngejatuhin saya.
    Waktu itu editor saya email, ngasih link blog yg bahas ttg plagiat sebuah novel. Dan di bagian komen ada yg nyuruh si empunya blog buat ngecek novel 2060, katanya COPAST PARAH JD Robb. Nah, secara refleks, otak saya lgsg mikir secara logis. Pasaran novel FF itu terbatas, hanya sebatas org2 yg suka Korea, itupun pastinya kebanyakan cewek. Sdgkn itu blog baru, yg cuma punya beberapa postingan, n make istilah2 cowok macam "gan", bahasa biasa buat blog2 ky gt. Nah, kenapa dgn sangat KEBETULAN, ada org yg nuduh2 novel saya disana? Dr nada bicaranya jg g enak, ky punya sensitivitas pribadi sama saya. Anehnya lg, ada dua komen lain. Wah, berarti novel FF penikmatnya bnyk, ya? Nah, herannya, yg komen itu bilangnya novel 2060 saya COPAST JD Robb, pdhl dia cuma prnh baca JD Robb buku ke-1 doang, yg Naked in Death. Menjadi pertanyaan bukan?
    Dr awal saya sudah bilang bhw saya terinspirasi. Memang ada beberapa bagian yg sama, ky android, AutoChef, dan kekayaan Roarke-Kyuhyun. Tp saya keberatan jika dibilang saya jiplak karakter Roarke, karena dr awal, karakter Kyuhyun di blog emg udh tercipta ky gt. Juga karakter Hye-Na. Dan selain tiga hal tersebut, saya rasa 2060 murni berasal dari pemikiran saya. Apakah kisah cinta mereka sama? Latar belakang keluarga mereka sama? Dengan percaya diri saya bs bilang, TIDAK.
    Yg g saya terima, penggunaan kata COPAST. Tolonglah, pada punya otak, kan? Belajar B.Indonesia, kan? Masa pengertian copast aja g tau. Tolol sekali. Copast itu y nyalin secara utuh hasil karya org lain, cm diedit sana sini buat penyesuaian. Sdgkan terinspirasi, memiliki ide dasar yg sama tapi disajikan dgn cara yg berbeda. Yg jelas si pengarang menggunakan kata2nya sendiri dan imajinasinya sendiri utk mengembangkan. Terlalu sulitkah memahami dua kata yg sudah jelas memiliki pengertian yg sgt berbeda ini?
    Nah, kecurigaan2 saya di atas terhadap org2 yg komen di postingan blog itu membuat saya berpikir bahwa org2 tersebut pastilah org2 yg emg tahu saya n bermaksud menjatuhkan. Dan terbukti... tadi seseorang ngasih tahu saya kl sang NYONYA BESAR, author yg memiliki KARYA SUPER LUAR BIASA, yg KARYANYA LBH BNYK DARI SAYA, yg dari dulu nganggep karya saya cuma sampah dan EYD saya amburadul berantakan... berbagi link postingan itu di twitternya, memberikannya kepada author lain yg jauh lbh senior buat membicarakan betapa mirisnya kerjaan author2 baru skrg yg kerjanya copast doang buat dpt jalan pintas utk menerbitkan buku. Mslahnya, yg dia tulis, "Coba baca komentar2 di blog yg bahas soal plagiat ini. Trnyata ada plagiat lainnya."
    Bukannya saya mau nuduh ato apa, tp dipikir secara logika, lg saya mengulang bhw blog itu blog baru, g bnyk yg tau, jd dia dpt dari mana? Apa mksdnya? Dan tweetnya itu... jelas sekali kan dia emg mau menjatuhkan saya?
    Dengki sih dengki, tp haruskah merendahkan diri sampai seperti itu demi mencaci maki org lain yg dia benci? Heran dengan sifat si Nyonya Besar yg seperti itu. Emg saya punya dosa sebesar apa sama dia sampai2 tujuan hidupnya itu adalah menjatuhkan saya? Kenal jg enggak, tp suka sekali menjelek2an saya kepada siapapun yg bersedia mendengarkan. Sifat manusia yg stau ini bnr2 bikin geleng2 kepala.
    Saya mau nanya buat yg udh baca 2060 ama JD Robb. Saya copast atau hanya terinspirasi?"-----

    mudah2an aja si penulis lgsg mau mengklarifikasi secara umum dan mempertegas pendapatnya yang bilang dia bukan plagiat dan murni terinspirasi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, ini sebenernya ada masalah pribadi antara yuli dengan seseorang yang disebut nyonya besar. Saya tau sih sebenernya masalahnya. Dan sebenernya, yang bikin yuli marah2 itu karena kelicikan si nyonya besar itu. Emang itu nyonya besar iri dan dengki, dengan sengaja menjatuhkan orang. Heran, drama banget sih hidupnya.

      Tapi, perlu diinget. Terlepas dari keterlibatan si ngonya besar alias YE si author itu, isi novel 2060 tetep buatannya Yuli.

      Lebih baik dibuat dialog terbuka aja sama penulis/grasindonya.

      Hapus
    2. Penulis 2060 sudah putus asa... bukti sudah konkret dan dia masih berupaya mengelak DENGAN mencari pembelaan dari makhluk-makhluk mungil yang tidak paham akan arti karya tulis. Menyedihkan sekali.

      Hapus
    3. Tunggu dulu, di sini lagi membahas plagiasi yang dilakukan mbak Yuli atau masalah pribadinya sih?
      Kayaknya aneh nih, bawa-bawa nama orang lain dalam kasus ini.
      Setelah saya baca komentar di atas, sepertinya saudara Yuli berupaya MEMBELA DIRI dengan cara yang menurut saya TIDAK BAIK untuk seorang publik (dalam hal ini adalah penulis).

      Jika yang dimaksudkan saudara Yuli kelicikan seseorang?
      Lantas.... kalau memang orang itu berkata benar, kenapa tidak?
      Jangan MENYALAHKAN orang lain karena tertimpa suatu masalah yang sudah jelas-jelas kesalahan diri sendiri.
      Tidak mencerminkan seorang penulis yang profesional.

      Hapus
    4. Tolong jangan bawa-bawa masalah pribadi disini, kalau kalian kenal dengan penulisnya berikan komentar kalian di tempatnya, karena disini yg dibahas adalah NOVEL, BUKAN KEPRIBADIAN atau Masalah PRIBADI kalian dengan si Penulis

      Hapus
    5. Gue ketawa tuh baca komentar di atas. Hahahhahaha!
      Gila banget nih penulis novel 2060 ini, siapa tuh namanya? Yuli Pritiani?
      Dia lagi tersandung kasus plagiasi, tapi bukannya MINTA MAAF kayak dilakukan sama Mbak Arumi Ekowati, tapi malah sibuk menuduh seseorang tanpa bukti yang jelas.

      Saudara Gemblin, yang punya blog ini pada awalnya hanya mengangkat KASUS PLAGIASI yang dilakukan oleh Arumi Ekowati.
      Tapi setelah melihat banyaknya respon dari pecinta In Death series karya JD. ROBB, jadi dia membuat postingan ini.
      Gue rasa nih ya, ini gak ada sangkut pautnya deh sama siapa itu yang disebut mbak Yuli dalem status facebooknya.
      Masalahnya gini, kasus ini baru diangkat ke permukaan setelah hebohnya komentar di postingan yang membahas soal plagiasi mbak Arumi.

      Kalo mbak Yuli sedang mencari pembelaan diri, sebaiknya jangan MENYERET orang lain dalam kasus yang memang kesalahan mbak sendiri dong.
      Aneh banget.

      Berlindung dibalik kata "terinspirasi" dan kemudian menuduh beberapa orang dengan tuduhan yang tidak beralasan. Lucu sekali. Hahahahhahaa!

      Hati-hati mbak yuli.
      Ntar malah jadi tambah rumit kasusnya kalo nuduh orang sembarangan.
      Udah, terima aje, minta maaf kayak si mbak Arumi dong.

      ah iya mbak, kalo berani nuduh orang kayak gitu, tapi nyatanya tidak benar, alias FITNAH.
      Mbak tahu kan dosanya?
      Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan lho mbak.
      Lucu banget dah ini mbak penulis, udah tahu kalo dia yang salah, tapi cari kambing hitam.

      Inget dosa mbak, bentar lagi puasa.
      Piiiisss

      Hapus
    6. Lucu banget liat komentar2 dari fansnya yg berusaha membela dgn alasan yg tidak masuk akal.
      Objektif dikit dong, jangan cuma bisanya ngebelain orang yg jelas2 udh salah.

      Hapus
    7. yang bela ma yang mojokin sama begonya hahaha

      Hapus
    8. Sang penulis membela diri dan haters memojokkan.

      Sebagai pembaca netral, sebagai seorang penulis pula, saya anggap karya 2060 ini "terlalu banyak mengambil pemikiran dari novel JD. Robb"

      saya tidak akan mengatakan itu plagiat atau sekedar inspirasi. Tapi yang jelas novel satu ini tidak otentik, tidak original dan penulis seolah meremehkan tentang pengambilan karakter, android, auto chef, link dan lainnya.

      Yuli Pritania, tolong yah... status anda itu kasar sekali lho.
      Sebagai seorang penulis dan juga manusia ada kalanya ada memakai tata krama untuk menghadapi masalah seperti ini.

      Sebagai sesama penulis, saya kecewa dengan sikap Anda.

      Hapus
    9. "Sdgkan terinspirasi, memiliki ide dasar yg sama tapi disajikan dgn cara yg berbeda."


      Sedihnya adalah disana. Kalau begitu, setiap orang bisa dengan mudah mencuri ide orang lain dan mengembangkannya sendiri. Padahal, dalam menciptakan sebuah karya, IDE adalah hartanya.

      Picik sekali.Berlindung di balik kata INSPIRASI dimana 'dia' telah mencuri sebuah harta yang berharga.

      Nyawa sebuah karya adalah IDE.

      Dan membaca semua komentar di atas, sepertinya hampir semua karya YP ini TERINSPIRASI yaa..

      Kalau tidak salah ada yang 4 Seasons Tales yang (kata beberapa orang) mirip dengan Tetralogi Ilana Tan. (Perlu diketahui, novel 4 Seasons Tales karya YP juga sudah dinovelkan oleh Bentang)

      Lalu saya membaca di atas ada yang menulis REINCARNE juga 'terinspirasi' dari Blue Blood[?].

      Saya prihatin dengan keadaan ini sebenarnya. Begitu mudahnya dia mengambil sebuah nyawa dan menghidupkan nyawa tersebut dengan wadah yang lain.

      Sedangkan untuk menciptakan sebuah karya, yang tersulit bukanlah membuat diksi atau jalan cerita ke ending, tapi menentukan sebuah ide. Dan dengan mudahnya, dia mengambilnya, mengaku terinspirasi.

      Sedih saya.

      Hapus
    10. kenapa ya rata-rata yg coment hal-hal tentang penulisnya pada pakai anonim ? kenapa gak pakai identitas diri biar kali aja penulisnya bisa tau siapa aja yg complain hahaha

      Hapus
    11. Lebih asik tahu pake anonim. Penulisnya aja siapa tau juga ada tuh di antara para anonymous :)

      Lagian, apa pentingnya tahu siapa saja yang komplain?

      Disini kan sama-sama membahas tentang sebuah karya dan PENCURIAN IDE. Lalu kemudian, berlindung di balik kata inspirasi.

      Hapus
  32. Lihatin Fans vs Haters,,, hahahaha
    yang Fans Ngotot membela yang Haters Ngotot Ingin menjatuhkan..

    Fans sama Haters sama Bodohnya hahahah

    BalasHapus
  33. Ini kenapa jadi berujung begini,,,,, saya cuma menyarankan ada diskusi dengan si penulisnya dan pembaca netral yang baru baca kedua novel ini.. kalau memang niatnya mau memberantas plagiarsm, melindungi hak cipta seseorang dan memahami kalau ide itu berharga.....

    mba yuli, kalau anda membaca komentar ini, ga semua yang komentar di sini kenal dengan 'nyonya besar' maksud anda itu, bersikaplah sewajarnya, kebiasaan manusia memang selalu menduga hal diluar dirinya, tidak menduga sesuatu yang salah pada dirinya,, jadi anda secara tidak langsung anda menyama ratakan komentar kami, terima kasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Yuli kayaknya perlu intropeksi diri dulu dan jangan asal menuduh orang sembarangan.
      Itu malah bikin nama dia smakin jelek di mata publik.
      Kasihan.

      Hapus
  34. Mending Penerbit, penulis dan Pembaca NETRAL yang berdiskusi,
    karena kalau yg beragument Fans-nya atau Haters-nya pasti menilai secara Subjectif, yang satu membela yang satu ingin menjatuhkan tidak akan ada habisnya perdebatan.

    Saya tidak tau bagaimana isi 2060 tapi setahu saya sebuah penerbit pasti memiliki standarisasi sendiri, kalau memang Plagiat pasti Penerbit akan mengambil tindakan tapi kalau tidak berarti masih dalam ruang lingkup standarisasi penerbit.
    jadi untuk kedepannya saya harap tidak ada lagi hal yg di salah gunakan sebagai alat menjatuhakan karya seseorang, karena dari atas sampai bawa kebanyakan yg berkomentar meruanglingkupkan hal pribadi.

    BalasHapus
  35. Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. – WIKIPEDIA (http://id.wikipedia.org/wiki/Plagiarisme)


    Mencuri ide cerita, juga termasuk dong? :p

    BalasHapus
  36. Parafrase adalah istilah linguistik yang berarti pengungkapan kembali suatu konsep dengan cara lain dalam bahasa yang sama, namun tanpa mengubah maknanya. Parafrase memberikan kemungkinan kepada sang penulis untuk memberi penekanan yang agak berlainan dengan penulis asli. – WIKIPEDIA (http://id.wikipedia.org/wiki/Parafrase)

    Ide sama, cuma ditulis ulang dengan gaya penulisan yang berbeda.
    Plagiat terselubung itu namanya.

    BalasHapus
  37. kalau boleh komen
    saya pecinta jd robb dan jga dlunya pecinta kyuna dan 2060

    menurut saya memang ada kemiripan d cerita 2060 dan in death series

    mungkn memang jalan critanya berbeda dmn latar blakang keluarga dan kisah percintaannya sangat berbeda

    tp dr latar kondisi,alat2 pendukung seperti comunikator,android dan lain2 itu lebih seperti plagiat

    seharusnya yuli gak perlu pake itu semua,cba dy bkn yg bru

    terinspirasi itu misalnya dy menggunakan latar blakang masa depan tetapi dgn visualisasi dan penggambaran yg berbeda,dgn hal2 pendukung yg berbeda

    enggak cma jdrobb bahkan beberapa adegan d 2060 terselip adegan2 film2 terkenal lainnya

    saya sbgai pembaca ff d blognya yg dlu jga sangat jengah liat kemiripan salah 1ff dy dgn twilight..

    jd mungkn kedepannya yuli bisa membuat sbuah novel dan crita orisinil dr idenya dia sendiri

    BalasHapus
  38. sebelumnya pada kasus arumi ada komentar :

    " Memang secara garis besar tidak berubah tapi kalau memang tidak mencomot, pasti mempunyai gaya bahasa atau penyampaian yang berbeda

    alangkah lebih baiknya di cantumkan Footnote atau Novel ini terinspirasi dari ..... bla bla bla
    Seperti Moga Bunda Disayang Tuhan karya Tere Liye, di halaman terakhir disampaikan kalau novel itu diilhami dari suatu kisah
    Seno gumira saja mencantumkan sumbernya :)

    Semoga Karya Anak bangsa semakin lebih baik."


    pertanyaan saya adalah jika si Penulis 2060 sudah mencantumkan sumber inspirasinya masih di anggap plagiat dalam hal ide, apakah Moga Bunda Disayang Tuhan karya Tere Liye yang juga sudah mencantumkan sumber ilhamnya, dan juga beberapa novel yg juga terbit karena sebuah inspirasi dapat kita pertimbangkan? karena Plagiat memiliki arti Luas.

    BalasHapus
  39. Dari atas sampe bawah yang comentar bener2 mengerti makna Plagiat sepertinya hanya beberapa orang ya? selebihnya hanya mengungkapkan ketidaksukaannya secara Subjek hihihi

    Lucu lihatnya..

    BalasHapus
  40. Kenapa pada pakai anonim semua comentnya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba fans nya ya? Sampaikan sama mba Yuli segera konfirmasi tp ga pake emosi ,

      Hapus
  41. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  42. Mohon maaf ya sebelumnya.
    Sebelum kasus ini muncul, Si yuli kan sudah bilang kalau ia hanya terinspirasi.
    Bahkan dia sudah menunjukan pembelaan diri yang kuat kalau dia emang bukan plagiat.

    ini buktinya :

    "Beberapa perbedaan mendasar antara 2060 dgn inspirasi saya, In Death Series-nya JD Robb:

    1. Setting. JD Robb ngambil setting di New York, tahun 2058-2059. Saya ngambil setting di Korea, tahun 2060. Kenapa 2060? Cuma gr2 saya suka angka bulet aja *PLAK!*

    2. Eve Dallas dan Han Hye-Na. Eve seorang Letnan Divisi Pembunuhan, tinggi 177, semampai, galak, has good sense of humor, rambut cepak n suka mencuat2 gr2 dia potong sendiri. Eve punya masa lalu kelam. Dia diperkosa sama ayahnya n pada akhirnya dia ngebunuh ayahnya sendiri. Org tuanya g pernah ngasih dia nama, jd pegawai sosial nemuin dia di Dallas pada mlm hari, makanya nama dia jadi Eve Dallas.
    Han Hye-Na? Kalian semua udah taulah ya dia gmn. Dari awal karakter dia di blog jg udh kayak gt. Cukup satu kata. Iblis *PLAK!*
    Persamaan mereka yg plg mendasar itu cuma di bagian mereka sama2 bertugas buat ngurusin pembunuhan, mereka sama2 g suka dandan, pesta, n takut sama rumah sakit. Tp dr awal imej n sifat Hye Na kan emg udh ky gt. Bukan gr2 saya ngikutin karakter Eve. Dan satu lg, masa lalu mereka beda jauh. Hye-Na punya keluarga lgkp yg saling menyayangi, Eve benci stgh mati ama keluarga yg g pernah dia dapatkan.

    3. Roarke dan Cho Kyuhyun. Sebenernya mereka berdua g terlalu jauh beda. Sama2 pria tertampan n terkaya di dunia. Bedanya tetap di masa lalu mereka. Roarke memulai karir sebagai pencopet di kota asalnya, Dublin, Irlandia. Pernah membunuh dan utk merintis karir sampai dia menjadi org terkaya di dunia, dia udh ngelaukin seabrek2 tindakan ilegal. Roarke g prnh sekolah, dia cuma... yah, jenius n punya insting yg tajam. Dia tahu mana aja yg bs bikin dia sukses, mana yg enggak. Berdarah dingin, tapi kalem. Dan Roarke itu ramah bgt, bisa bermuka dua n sok2 manis di depan org2, dia juga playboy berat. Hampir semua wanita cantik n tenar udh prnh ditidurin ama dia, tp dia g pernah sekalipun jth cinta.
    Perbedaan lainnya dgn Kyuhyun, Roarke bnr2 punya planet *can u imagine it?*, bisnis antar planet, dia g prnh lupa apa aja aset yg dia punya. Roarke itu pembawaannya kalem tp ramah, walaupun lg emosi saat ngeliat istrinya luka, dia ttp berusaha tenang n berkepala dingin. Beda sama Kyu yg cenderung meledak2 n suka sadis. Walaupun udh nikah sama Eve, Roarke ttp suka beramah tamah sama para wanita, sdgkn Kyu bhkn senyum aja g prnh sama org lain.

    4. Kisah cinta. Eve dan Roarke pertama kali ketemu gr2 Roarke masuk ke dalam daftar tersangka pembunuhan Eve. Roarke tertarik karena Eve beda, bhkn cenderung menutup diri n g tertarik sama tampang n kekayaan dia. Sdgkn KyuNa? Kyu emg udh jatuh cinta dr kecil sama Hye Na. Kyu maksa Hye Na buat nikah sama dia, sdgkn Eve dan Roarke nikah emg karena sama2 niat.

    5, 6, 7, 8 ,9 bla bla bla

    Yg saya inget cuma segitu doang. Kl ada yg udh baca novel JD Robb jg n nemuin perbedaan atau persamaan lainnya, silahkan komen aja di bawah. Saya harap nggak ada lg yg nuduh2 saya jiplak. Karena motto para penjiplak adalah, kubur2 dlm2 bukti2 jiplakan biar g ketahuan. Sdgkn saya tiap saat nyebut2 nama JD Robb. Heol~"

    Sumber : https://www.facebook.com/2060WhenWorldBecomesYours/posts/414820161939753

    Kenapa masih ada yang nuduh plagiat sih...
    Heraaaaan deh,,,,,,,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. android, autochef, link ???

      mungkin bisa dijelaskan kenapa harus 'meniru' ketiganya yang katanya terinspirasi.

      penyajiannya sih emang beda. dari yang dijabarkan di atas memang beda. Tapi tidak otentik. ngerti gak?

      Hapus
    2. tadi pada ngotot Plagiat sekarang pada ngotot tidak Otentik hahaha Lucu coment2nya nih

      Hapus
    3. baca dari awal gak yang masalah otentik? Sudah dibahas kok dibagian atas.

      yang lucu adalah, Anda semua yang merupakan fansnya menyamaratakan comment di sini dengan haters Yuli.

      Baca deh yang comment pembaca netral.

      Yang lucu malah Anda sendiri lho.

      Herannya kenapa si penulis ini tidak nongol-nongol atau setidaknya seperti Arumi yang be wise dengan meminta maaf atas kesalahannya.

      Terlalu sulitkah untuk sekedar meminta maaf dan berkomitmen untuk tidak berlindung lagi pada kata inspirasi pada tulisannya?

      Saya membaca comment-comment di atas Anda semua membela sesuatu yang jelas adalah kesalahan, termasuk si penulis sendiri menggunakan kata 'tolol'. Itu kasar sekali.

      Perlu Anda ketahui juga, blog ini sudah tersebar luas semenjak insiden plagiat Arumi, dan dibaca oleh penulis-penulis besar yang namanya melambung tinggi.

      Tidakkah si Yuli ini malu? Dalam novelnya tertera dia jurusan sastra. Beginikan sikap dan tutur kata dari mahasiswa jurusan sastra.

      Buruk sekali. Yang comment di sini menunggu sang penulis untuk berkomentar. Setidaknya meminta maaf pada penggemar In Death.

      Sudah salah masih dibela. Mau jadi apa generasi pemuda sekarang.

      Saya penulis, dan Yuli ataupun Anda akan malu jika tahu siapa saya.

      Terima kasih.

      Hapus
    4. siapa membela siapa ?
      saya tidak perduli situ penulis atau bukan, kenapa gak sekalian pakai identitas asli tanpa berlindung dari "anonim." ?

      lucu aja ma comentar2 disini, ada yg membela , ada yang memojokan.

      bukankah lebih baik langsung tanya ke penerbit kenapa belum ada confirmasi?

      setahu saya seorang penulis yg sudah memiliki penerbit pasti tau ketentuannya bagaimana bukan?

      Hapus
    5. bukannya para pembaca netral dan saudara gemblin sendiri juga memang sedang menunggu konfirmasi dari penerbit dan yang bersangkutan? atau anda yang kelewat membaca?

      Hapus
    6. Sedang menunggu tanpa bertanya langsung? penerbit tidak akan mau meladeni tanpa bukti otentik.
      karena setau saya postingan ini hanya berupa diskusi berdasarkan opini.

      Hapus
    7. Sudah ada yang bertanya langsung kok, dan memang kata managemen pihak grasindo sedang mempertanyakan hal ini kepada si penulis. Tapi kalau boleh saya sedikit merembet ke arah pribadi, saya lihat editor novel ini telah memasang status di twitterya bahwa dia kena tegur karena dua novelnya ternyata bermasalah, saya tidak tahu status itu masih ada atau tidak. bukankah itu berarti dari pihak grasindo sendiri memang 'sedikit membenarkan isi blog ini'

      lagipula untuk bukti, di komentar-komentar awal yang masih para pembaca netral (belum di bumbui komentar dari hatter dan fans) sudah ada yang membuat cheklist daftar kesamaannya?

      Hapus
    8. Mas/mbak anonim, Anda sedang berhadapan dengan seseorang berpikiran picik yang mengutamakan pembelaan atas sesuatu yang jelas-jelas sudah dipaparkan bersalah. Saudari Shaqila Putri jelas tidak mempunyai dasar apa-apa atas pembelaannya dalam hal ini.

      Anda berdebat dengan sesuatu yang kosong dan tidak mempunyai kegunaan.

      Dia hanya berteman dengan Yuli dan berusaha membela temannya sendiri. :)

      Hapus
    9. tinggal tunggu saja kan? kalau memang pihak grasindo menyadari ada kesalahan pasti mereka bertindak dong, tapi kalau tidak? anda sudah tau sendiri jawabanya.

      dan buat agan abstrak alias Anonim 2, yang berfikiran Picik siapa? berkacalah, tidak usah bersembunyi dengan "anonim."

      mau saya fans atau Haters si penulis setidaknya saya tidak bersembunyi hanya untuk menghujat orang hanya karena masalah pribadi.

      Hapus
    10. tanpa harus mempermasalahkan anonim atau tidak sebetulnya jika saudari shaqila putri mau sedikit saja menjernihkan pikiran anda,sudah sangat kelihatan siapa yang haters siapa yang memang murni hanya mencoba untuk berpendapat objectif.

      itu kembali menurut saya, tapi jika anda tetap mau menyamaratakan semua yang disini adalah haters, itu hak anda.

      Hapus
    11. Mba Primandini iya itu juga hak anda mau menilai saya fans atau haters si penulis.
      toh dari awal saya hanya bercomentar soal betapa lucunya comentar dari atas sampe bawah,dan hanya bertanya kenapa pakai anonim semua coment-nya. kalaupun ada coment saya yg menjurus soal penerbit itu karena memang pertanyaan saya ketika melihat blog ini

      Hapus
    12. saya tidak menganggap anda haters maupun fans juga

      Hapus
    13. bersembunyi dibalik nama anonim, eh siapa tau aja si yuli ikut komentar pake anonim. lagian dianya aja diem aja, disini fans sejatinya heboh banget, kasian bener deh.
      org si yuli aja adem ayem aja tuh. eh dsni heboh belain dia. cuma satu org lagi, oh mgkn beda lagi kalo debat ini dibuka di fb. psti banyak yang belain tp sayangnya ga ikut komentar pd ga ngerti masalah bgnian.

      hrsnya lbh teliti lagi bacanya, dsni tuh komentarnya banyakan yg netral. eh ga netral juga sih kebanyakan pd blg 2060 sama novel jd robb itu emank pny kesamaan, kl kamu baca novel jd robb dluan trs bru baca 2060 punya si yuli, kamu juga ga bakal bilang itu cuma terinspirasi, kl kamu blg terinspirasi buat novel yang hampir semuanya mirip itu boong banget--cuma belain si yp doank. -__-

      kasian buat pembaca yang emank dluan tau novel jd robb,

      Hapus
  43. saudara gemblin, mohon ditertibkan, saya rasa arah diskusi ini sudah melenceng.

    untuk haters tolong jangan memperkeruh suasana, dan untuk fans penulis tolong bedakan dan hargai mana komentar yang memang seorang pembaca netral.

    terima kasih sebelumnya.

    karna banyak yang memprotes penggunaan anonim, maka saya beri nama terang saya disini.

    Primandini.

    BalasHapus
  44. Iseng buat nyari rekomendasi bacaan yang bagus sama om Google, tau - tau malah nyasar di mari. ^_^

    Sedikit penasaran pada judulnya, n malah bingung pada akhirnya. #Abaikan

    Terlebih setelah habis baca koment komentnya. Setuju juga, kenapa malah pada anonim semua ya. hehehe. #Skip....

    Oke, komentar saia, Laaaa, Yang plagiat siapa yang di plagiatin siapa?...
    Soalnya kabar terakhir yang saya tau, Bukannya blognya yuli di tutup karena kasus karya dia yang diplagiat ya?.
    Kenapa sekarang malah dia yang di tuduh plagiat?.

    Ini bukan karena kebetulan, karma atau rekayasakan?,,,, #Bertanya pada angin yang bertiup... XD

    BalasHapus
  45. Taufik Wahyu5 Juli 2013 16.49

    kok kelihatannya yang banyak berkomentar sedikit ngotot hanya Shaqila Putri?

    kenapa kamu repot amat ngebalesin satu-satu komentar orang disini sedangkan orang yang kamu bela aja gak nongolin batang idungnya sedikitpun,

    aku tadinya mau ikut komentar sebagai seorang netral yang sedikit tahu soal sastra karena memang basic pendidikan aku sastra, tapi melihat banyak yang men generalkan bahwa semua yang berpendapat objektif adalah seseorang yang membenci si penulis, jadi males buat berkomentar objektif, pasti aku juga bakal di perlakukan sama.

    jika mbak penulis adalah mahasiswi sastra harusnya tahu dong kalau yang dilakukannya ini memiliki konsekuensi yang besar, atau mungkin sebenarnya dia bukan mahasiswi sastra jadi dia tidak tahu bahwa yang dilakukan sebenarnya adalah salah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, sejauh yang aku tau mbak shaqila ini temen deketnya si penulis. yah, penulisnya ga berani, temennya aja deh yang maju :p
      yuli anak sastra inggris. heran juga kenapa bisa ampe kesandung masalah ini.

      Hapus
    2. mbak/mas dari mana bisa menyimpulkan saya sedikit/banyak ngotot hihihi gak baca ya coment saya yg awal,,saya hanya bilang lucu coment2an memangnya saya tidak boleh berkomentar "Lucu" melihat isi coment-annya.
      Hak saya donk mau saya coment-in postingan siapa saja disini,

      dan lagi comentar saya tidak ada tuh yang menjunjung si penulis 2060,,

      Hapus
    3. Taufik Wahyu5 Juli 2013 17.13

      Kalau begitu mungkin memang mata aku yang kurang jelas melihat mana yang ngotot mana yang bukan, maklum mata tua, juga mungkin pikiran sudah tidak semuda dulu, sudah tidak bisa sejalan dengan yang muda.

      Hapus
    4. Hahahaha di maklumi kalau begitu

      Hapus
    5. Mbak shaqila ini, skrg jd terkenal loh gegara mati-matian belain idolanya yg lg kesandung kasus ini:D

      Hapus
  46. Masalah ini akan jauh lebih baik jika langsung mendapatkan respon dari penerbit sekaligus penulis. Sebelum komentar-komentarnya merembet semakin jauh. Karena kalau di diamkan malah yang ada debat kusir tidak jelas.
    Seharusnya tidak perlu ada balas-membalas komen panas antara haters dan fans penulis. Karena awal postingan ini di muat kan memang tidak ada sangkut pautnya dengan fans ataupun haters.
    Pemilik blog ini bikin postingan jelas tidak mengenal penulis kan? dia hanya mengakomodir, menjembatani orang-orang untuk berdiskusi mengenai apakah karya yuli ini plagiat atau bukan.
    Dan untuk fans-nya, tolong buka mata lebar-lebar jangan menyamaratakan komen-komen yang 'menyudutkan' penulis fav kalian sebagai orang2 yang benci dengan penulis. Tidak semua orang yang berpendapat disini mengenal penulis fav kalian kan?
    dan untuk haters, tolong jangan menjadikan diskusi ini sebagai kesempatan untuk menjatuhkan penulis. Ada yang kena masalah kok malah seneng sih? heran.
    Semoga masalah ini cepat selesai.

    BalasHapus
  47. klo ingin membalas disini ada pilihan, mau pke google account, live journal, wordpress, typepad, AIM, OpenID, Name/URL, Anonymous...dan di page ini di dominasi oleh pengguna Anonymous, ada kendalakah pilihan yg lain selain anonymous? saya menggunakan Nama/URL...nama asli dan URL palsu *masukkan saja alamat website apapun*
    *soalnya capek baca para Anonymous berkilah "gak punya akun blog"
    sudah dicoba dan ternyata saya berhasil menggunakan Nama/URL...nama asli dan URL palsu *masukkan saja alamat website apapun*
    saya berhasil menghindari anonymous, jadi sebenarnya ngga ada alasan bagi para komentator2 pengecut untuk berpendapat disini dengan bersembunyi di balik kata "Anonim"... ntah yg mendukung ataupun yg menghujat...
    jika anda bangga disebut pembaca cerdas...belajarlah untuk menjadi komentator pemberani...krn saya sebegitu menekankan jgn gunakan anonim? krn anonim itu bisa memunculkan prasangka2...ada yg merasa digeneralisasi sbg haters...ada yg merasa netral tapi dipojokkan...jadi tolong...buka topeng anonim anda...
    kan ada jg tuh di atas yg komen sbg anonim, terus di penghujung cantumin nama...ga susah kan?

    BalasHapus
  48. Mbak Ilana Tan komen juga disini ternyata, memang anonimus itu terkadang dibutuhkan agar tidak tambah menggegerkan ya mbak.

    Komentarnya sudah tidak sejalan lagi dengan tujuan awal postingan ini dibentuk deh sepertinya, yang punya blog mending di tertibkan saja, hapus komentar yang terkesan tidak netral, sehingga orang lain bisa melihat kenyataannya secara jelas.

    BalasHapus
  49. Wah ada perdebatan seru... novel ini terbitan Grasindo,kan? kalo mau tau kejelasannya,mending ayo rame-rame kirim email ke Grasindo.Yang punya akun Twitter Editornya,tolong di share,biar kita bisa dapat info langsung dari orangnya. Untuk Hatters,tolong jangan mengambil kesempatan dan semakin memperkeruh suasana.Jangan menyebar info dan rumor palsu yang semakin menyesatkan.Maaf bukannya sok tahu,tapi berdasarkan prosedur,Novel atau karya tulis apapun yang terbukti bermasalah akan segera ditarik dari peredaraan.Jadi,apakah benar pihak Grasindo sudah mengkaji ulang isi Novel ini? Apakah benar Editor dari Novel tersebut sudah diberi teguran oleh pihak penerbit? Jika memang sudah,dan Novel ini terbukti bermasalah,bukankah seharusnya Novel ini sudah harus berhenti beredar? Sejujurnya saya belum pernah membaca novel ini,tapi berdasarkan komentar-komentar sebelumnya,saya justru tertarik untuk membeli novel tersebut. hehehehehehehe mantep deh.Jadi penasaran.

    BalasHapus
  50. Sepertinya yang berkomentar dengan memakai "otot" di sini adalah fans dari penulis.
    Melihat betapa tidak objektifnya komentar mereka.
    Saya adalah penggemar In Death series. Sangat suka pada tokoh Roarke yang sempurna.
    Kebetulan, saya punya teman satu kos yang Kpopers dan dia membeli novel 2060 ini minggu lalu.
    Saya yang memang bukan penggemar korea-korean, awalnya tidak tertarik membaca sesuatu yang berbau korea. Tapi setelah kemarin saya tidak sengaja menemukan blog ini karena mencari tentang "roarke", saya jadi meminjam novel teman saya itu.
    Dan hasilnya?
    Saya baru membaca sekitar 30 halaman, dan sudah menemukan banyak sekali KESAMAAN antara novel 2060 ini dengan karya JD. ROBB.
    Saya sebagai penggemar In Death series, tentu saja TIDAK TERIMA novel favorit saya diplagiasi oleh penulis baru yang 'menghidupkan' karakter Roarke yang sempurna dalam diri tokoh fiksi korea. Rasanya seperti ditipu mentah-mentah saat membaca novel 2060 dan saya tidak bermaksud melanjutkannya lagi karena kecewa.

    Saya sangat berharap pihak GRASINDO segera menindaklanjuti kasus kemiripan-kemiripan antara novel 2060 dengan milik JD. ROBB.
    Benar-benar sangat meresahkan.

    BalasHapus
  51. Saya disha, 25 tahun, yg komentar tentang otentik dari awal, sudah jelas kah identitas saya?
    Awal2 komentar d blog ini masih sehat lho, saya justru bilang ini belum bisa d sebut plagiat, hanya dia (yuli) belum bisa menulis karya yg otentik berdasar ide milik dy sndiri,

    Yg jelas saya pribadi menunggu konfirmasi dari penulis dan penerbit atas masalah ini, melihat komentar2 di sini udah ga sehat ditambah shaqilla putri yg memang membela penulis favorit anda dengan sangat frontal tanpa pandang bulu, lebih baik sama2 tegur penulis langsung dan penerbitnya, minta kejelasan dgn alasan logis dan bisa kita terima, juga tanpa emosi

    Dampak dari semua ini ada untung dan ruginya lho teman2,
    - penulis menjadi terkenal tanpa sadar padahal kita masih harus masih pemahaman ttgide nya dia benar atau tidak
    - nama penerbit jd tercoreng kalau terus berlanjut tanpa penjelasan
    - sampai kapan mau ada salah pemahaman ttg plagiat, otentik, orisinal suatu karya

    See, skrng opini ini lebih baik kita tuntut kejelasannya sm yg bersangkutan

    BalasHapus
  52. Kawan-kawan, saya tidak menyangka debat akan sepanjang ini. Like it or not, pro dan kontra akan tetap ada.

    Pembaca punya hak untuk berpendapat terhadap setiap buku yang dibaca. Namun yang harus dihindari adalah menyerang pribadi individu. Perlu juga saya ingatkan, untuk menghindarkan kebingungan, agar selanjutnya setiap pihak yang terlibat debat menyebutkan nama (bukan anonim).

    Debat ini memunculkan satu pertanyaan: Apakah sebelum ACC novel 2060, editor telah membaca In Death Series karya JD Robb? Jika sudah membaca seharusnya editor telah menyadari kemiripan-kemiripan yang ada dan sejak awal dapat meminta penulis melakukan revisi untuk menghindari kontroversi dari pembaca setia JD Robb.

    Jika membandingkan kasus novel 2060 dengan novel Amsterdam Ik Hou van Je, jelas berbeda. Bukti-bukti novel Amsterdam sudah jelas merupakan plagiasi hasil copy paste dari berbagai artikel. Ini adalah tingkatan plagiasi paling amatir yang seharusnya tak perlu terjadi. Saya syok melihat hal ini bisa lepas dari pengamatan editor. Sebenarnya tidak dibutuhkan seorang editor ahli untuk bisa mendeteksi hal ini. Cukup seorang yang sudah terbiasa membaca dan kritis, data-data copas bisa dengan gampang tertangkap "radar" karena tidak menyatu dengan kalimat.


    Novel 2060 berbeda sebab tidak melakukan copas langsung mentah-mentah seperti yang dilakukan novel Amsterdam. Menurut pihak kontra, penulis cukup banyak mengambil ide dari JD Robb. Ide adalah sesuatu yang sangat mahal dan dilindungi oleh copyright. Tidak pantas seorang penulis yang baik mengambil ide penulis lain begitu saja dan berlindung di balik kata "terinspirasi."

    Pihak pro membela sebab menganggap penulis hanya sekadar terinspirasi. Memang ada bagian-bagian yang sama namun selebihnya adalah hasil pemikiran penulis.

    Ini adalah wilayah "abu-abu", masing-masing pihak punya opini dalam mempertahankan pendapat. Karena hal ini juga, debat jadi panjang, berbeda dengan kasus Amsterdam Ik Hou van Je yang sudah jelas bukti-buktinya.

    Yang saya harapkan, penerbit Grasindo mau menjelaskan hal ini kepada pembaca. Pembaca protes karena merasa ada hal tidak wajar dalam novel 2060. Penjelasan dari penerbit adalah jalan terbaik untuk memberi pengertian kepada pembaca.

    Kawan-kawan, mungkin nantinya masalah ini akan berakhir dengan jelas, mungkin juga akan berakhir buntu. Tidak masalah. Saya yakin debat ini menunjukkan bahwa pembaca cukup kritis. Hal ini menjadi pengingat pada penerbit dan penulis bahwa pembaca bukan hanya sekedar duduk manis saat membaca buku, namun pembaca pun bisa menjadi watchdog yang mampu bersikap kritis terhadap buku yang dibacanya.

    Tanpa kritik pembaca, mustahil dunia literasi bisa maju. Mudah-mudahan apa yang telah disajikan dalam blog ini bisa menjadi pemicu ke arah positif: penerbit dan editor lebih kritis dan hati-hati memilih naskah, dan penulis pun lebih hati-hati dan bijak dalam proses menulis, termasuk saat mengambil data & ide penulis lain serta menimbang konsekuensi tulisannya. Semuanya hanya untuk 1 tujuan: peningkatan mutu dunia literasi Indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akhirnya! Gemblin Jules, aku padamu!
      Blog ini benar-benar membantu para penggemar In Death dalam mengungkap apa saja yang "telah diambil" oleh saudara Yuli.
      Semoga setelah ini, pihak Grasindo memberikan titik terang yang jelas, agar kami para penggemar In Death series tidak akan merasa dikecewakan dengan beredarnya novel yang "mirip" dengan In Death series.

      Hapus
    2. saya sebagai salah satu penggemar in death series selama bertahun-tahun dan termasuk kolektornya hanya berharap, semoga pihak grasindo bisa tegas dalam mengadili kasus ini, bagaimanapun penggemar in death banyak dan telah menggemari sejak bertahun-tahun, sepertinya tidak ingin jika karya idolanya diambil idenya, entah di modifikasi ataupun di ambil mentah-mentah.

      Hapus
    3. Setuju :)

      Hapus
  53. aku Jessica..
    dari bbrp hari kemarin memantau blog ini. dan karena penasaran aku cari tahu lah dari temanku yang juga seorang kpopers, pembaca indeath dan juga ternyata pembaca dulunya di blog si penulis ketika blog itu masih ada.. daaaan.. aku sedikit tertawa miris atas beberapa hal yg dia jabarkan padaku. persis seperti yang di tulis salah satu Mas/mbak Anonim diatas, bahwa karya si penulis berlabelkan terinspirasi dari karya-krya besar seperti :
    4 season nya Ilana Tan, Twilight, Blue blood & masquerade, in death series, dan entah apalagi.
    Bahkan kabarnya ada beberapa kalimat di FF yg dia tulis di blog dia dulu, dia ambil dari novel2 tersebut, dan tentunya tanpa label atau footnote.

    bbrp yg diinget sama temenku ini (di inget karna sempat terjadi kehebohan juga, tuding menuding antara YP, fans YP dan pembaca kritis) adalah sebuah FF nya yang katanya terinspirasi lagi dari salah satu buku Andrei Aksana,yang berjudul "mecintaimu pagi, siang dan malam." (saya tahu buku ini, isinya kumpulan puisinya mas Andrei)
    disini si YP mengambil beberapa kalimat penggalan puisi dari Andrei Aksana, salah satunya "kunamai kau dengan pagi, alasanku untuk bangun setiap hari." disini YP tidak memberi footnote ataupun memberi catatan bahwa dia mengcopast bbrp penggalan puisi mas Andrei. baru setelah beberapa lama kemudian ada pembacanya yg kritis dan bertanya kenapa kalimat dia mirip sekali dengan kalimat mas Andrei, barulah dia mengaku dan mengatakan 'terinspirasi' dari bukunya mas Andrei, plus katanya dia tambahin disana-sini, jd ga murni copast.. heeeemmm... okee..

    selanjutnya begitu juga dengan 2060 sewaktu di blog, saat muncul di blog di awal2 si YP tidak menyebutkan bahwa dia terinspirasi dari in death, barulah pada saat ada pembaca yg bertanya kemiripian cerita 2060 dengan in death, akhirnya dia mengaku kembali kalau dia 'terinspirasi' dari in death series. skrg kabarnya kata temenku ini dia lagi nulis sekuel 2060 yaitu 2061. klo 2060 epiloguenya mirip banget dengan Naked in death, maka 2061 ini jalan ceritanya, ide, plot dan kasus hampir semuanya mirip dengan loyalty in death.

    hohohoho... segitu banyakkah terinspirasinya? tp ya itu sewaktu di blog, nah skrg saat diangkat kedunia penerbitan bgmn 2060 novel yg telah diterbitkan Grasindo ini? apa benar terinspirasi atau.... mari kita tunggu konfirmasi dari Grasindo selaku yg berhak dalam kasus ini.

    oh, sedikit informasi lagi, mungkin si YP ga akan muncul disini, karna kabarnya dia disuruh diam aja sama editornya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Taufik Wahyu5 Juli 2013 22.23

      Saya sampai speechless membaca komen mba jessica. Mungkin mbak/mas editor hanya tidak ingin memperkeruh suasan jika melihat potongan status mbak penulis yang seperti itu dikhawatirkan dia akan mengumbar kata-kata tidak senonoh yang akan semakin membuat posisi dia menjadi tersudut. Bisa dimaklumi tindakan mbak/mas editornya, tetapi perlu diingat juga bahwa banyak penggemar in death series yang menunggu permintaan maaf dari yang bersangkutan, mungkin jika permintaan maaf adalah hal yang mustahil untuk di lakukan oleh yang bersangkutan, minimal adalah sebuah kejelasan.

      Hapus
  54. Bagaimana dengan kata Android......?
    Cuma penasaran. Apabila mencantumkan sebuah nama produk yg sudah sangat terkenal. Sebagai produk baru seperti di 2060, apakah legal? Apakah pihak android tidak berkeberatan nama mereka di pakai dalam sebuah novel yg bersifat komersil?

    BalasHapus
  55. Semoga penulis bisa lebih baik lagi dan menyadari kesalahannya.

    Waahhh perdebatan tiada Akhir.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada Mbak Riz di sini?
      salah satu penulis yang punya ciri khasnya.

      Semoga Si YP ini bisa contoh Mba Riz yang sama-sama penulis baru.

      Hapus
    2. Wah, ternyata banyak penulis yang komentar di sini.
      Mulai dari Mbak Ilana Tan sampai Mbak Riz Amelia.
      Saya mengoleksi buku-buku mbak Ilana Tan, lalu membaca juga hasil karya Mbak Riz Amelia.

      Semoga Yuli Pritania mau mengakui kesalahannya dan belajar menjadi penulis yang punya ciri khas sendiri, seperti mbak Riz Amelia.
      Saya sebagai penggemar In Death series benar-benar merasa dikecewakan karena adanya kasus ini.

      Hapus
    3. Yang sekarang menjadi pertanyaan saya sebenarnya adalah, ISBN, copyright dari sebuah karya yang dilindungi undang-undang itu hanya sebatas hakpaten sebuah karya, atau termasuk ide, susunan kata, susunan kalimat, karakter, penokohan di dalamnya?

      Karena, kalau hal-hal tersebut termasuk dalam perlindungan undang-undang, jelas sekali bahwa novel 2060 telah memiliki banyak kesamaan dengan hak cipta In Death Series dan hal ini malah bisa menjadi lebih serius bukan?

      Hapus
  56. Hemmmmmmm.... mungkinkah penerbit dan penulis tidak bisa menjelaskan karena memang menyadari kesalahan pada novel ini?

    Saya penggemar I Death series dan cinta mati sama Roarke. Karena blog ini saya jadi bela-belain beli novel 2060.

    Wahhh 20 halaman pertama, saya ga kuat. Sekalipun diksinya Bagus tapi penyajian awal mirip sekali dengan In Death

    Karena ga suka korea2an saya putuskan untuk berhenti membaca.

    Saya mau penulis meminta maaf dan kalo perlu gak usah diterbitin deh section duanya.

    Kalo masih diterbitin jg sh kebangetan.

    Saya bakalan panggil fans in death yang lain untuk protes ke penulis dan penerbit.

    BalasHapus
  57. cocok buat yg gak bisa tidur,mantap komennya

    BalasHapus
  58. saya ingin menanggapi Apa yang ditulis oleh Mbak Jessica dan tanggapan mas Taufik.
    Perkataan teman mbak Jessica itu benar. sebelumnya perkenalkan saya Rizqy, saya tidak bisa mengubah anonim menjadi nama saya, jd saya tulis saja disini, semoga tidak bermasalah dan dibilang bersembunyi dibalik anonim juga..
    untuk kata-kata yg mas Taufik bilang tidak senonoh, itu bukan pertama kalinya penulis YP menggunakan kata-kata tersebut, bagi dia penggunaan kata 'Tolol, bodoh, bego dan sebagainya' adalah hal biasa yang sudah sering ia gunakan untuk menjatuhkan atau menyerang orang-orang yang dia rasa kurang menyenangkan baginya. kenapa saya tahu? saya juga dulunya pembaca di blognya, tp kemudian mundur atau tak ingin membaca lagi setelah melihat berbagai macam masalah yang muncul, apalagi dengan kebiasaannya yang meminta para pembaca fanatiknya untuk menyerbu org-org yang menurut dia tidak menyenangkan bagi dia. secara terang-terangan dia akan mengumbar nama org itu di FB nya sehingga para pembaca setianya akan menyerang terang-terangan hingga kemudian orang yg diserang terpojokkan dan mengundurkan diri karena tidak tahan dengan perlakuan yang hampir tidak manusiawi itu.

    saya akui sebagai pembaca diksi dan tulisannya sangat bagus, beda dari yang lain. apalagi pada saat 2060 muncul, saya benar-benar dibuat sedikit tercengan dengan idenya yang luar biasa berbeda dan istimewa. tp kemudian saya merasa ditipu mentah-mentah setelah saya tahu bahwa idenya berasal dari novel best seller internasional yaitu In Death Series. seperti kata mbak Jessica, di awal si penulis tidak membuat sedikitpun kalau dia 'terinspirasi' dari novel in death, baru setelah ada beberapa pembaca yg mulai kritis dan bertanya-tanya akhirnya dia mengakui hal tersebut. ah, bodohnya saya mau saja percaya kalau ide ceritanya sangat hebat, ternyata justru mengambil ide dari penulis lain. sejak itu saya tidak berminat lagi membaca ceritanya.

    untuk pembaca in death yang belum membaca 2060 mungkin bisa melihat blog ini, blog yg ditemukan seseorang yg katanya berisi cerita2 penulis YP, beserta link FB dari 2060 yang sekarang masih update.
    blog : http://kyunateritory.blogspot.com/search/label/ff%202060?m=0
    FB : http://www.facebook.com/2060WhenWorldBecomesYours?fref=ts

    terima kasih. mudah2an jadi bahan pertimbangan lagi apakah benar ini murni terinpirasi atau bsa disebut plagiator.
    semoga setelah ini penulis bisa berkarya dengan lebih baik lagi, dengan karya-karya yang murni dari hasil pemikirannya tanpa label 'terinspirasi'. Sukses.

    BalasHapus
  59. Intinya, Hikmah yang dapat di ambil dari kasus ini adalah....

    "Plagiat itu sebenernya boleh boleh aja, Asalkan nggak ketahuan.
    Nah, kalau sudah ketahuan. Tinggal cari alasan. Untung - untung malah terkenal.
    Bener nggak?".

    Hidup PLAGIAT!!!!!....

    BalasHapus
  60. klo saya liat dr atas katanya karakter hyena-kyuhyun dr dulu sebelum 2060 tapi kita liat lebih objektive aja yah... si penulis mulai nulis hyena-kyuhyun tahun berapa sih?
    sedangkan JD Robb itu setau saya publish asli Naked In Death itu tahun 1995 mungkin bahkan si mba itu masi bau kencur... saya sih engga mau ikut campur loh tapi saya gregetan aja ama komen2 diatas...
    harusnya liat dr sisi2 lainnya dong jgn hanya sisi penggemar si mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener juga pertanyaan mbak/mas.
      si penulis YP ini kan juga penggemar In Death series, bisa jadi (ini hipotesis awal aja ya, ga nuduh lo...) dari awal menulis dia (YP) sudah membuat karakter Kyuhyun- Hyena yg seperti skrg justru karena 'terinpirasi' juga dari in death, Roarke - Eve.
      bisa jadi kan?

      Hapus
  61. berharap pihak penerbit dan penulis mau mengklarifikasi, apa ini murni terinspirasi atau plagiat terselubung??
    dan untuk mba YP, supaya bisa merenungkan kesalahannya sendiri sebelum berkoar di ruang publik.
    anda sudah menjadi seorang penulis terkenal kan? paling tidak, atur attitude anda di ruang publik.
    terima kasih.

    BalasHapus
  62. Kita sebagai pembaca netral dan blog Gemblin sebagai pihak yang mengakomodasi suara dari berbagai pihak sebenarnya sudah melakukan cara yang lebih dari cukup. Saya tahu blog ini sudah diberikan link-nya untuk Grasindo dan untuk editor Yuli Pritania via twitter. Pastilah dibaca.
    Apakah sudah pula diberikan link nya ke akun twitter penulis ybs? Seperti pada kasus Rumieko, di mana penulisnya juga 'ditegur' dengan link dari blog ini langsung via mention twitter?

    Saya juga mengamati perkembangan novel Amsterdam selain 2060. Meski penulis sudah meminta maaf, apakah novel itu benar-benar telah ditarik dari peredaran? Karena terus terang saja saya masih melihatnya di Gramedia. Saya harap novel yang saya lihat itu sudah direvisi... ini saya mencoba untuk berbaik sangka dengan penulis dan Grasindo. Saya sih tidak akan beli, karena masih banyak buku bermutu lain yang tidak perlu hal seperti ini untuk layak dibaca atau best seller.

    Berkaitan dengan perkembangan Amsterdam yang sepertinya low movement, saya tidak yakin 2060 akan benar-benar ditindak. Membiarkan hal ini sampai reda sendiri, toh orang-orang di luar sana... kebanyakan dengan sasaran remaja yang tidak tahu apa-apa tentang apa itu plagiasi, otentik, mengambil nyawa novel lain, mereka tetap saja akan membeli dan kemudian mendewikan penulisnya. Tanpa tahu latar belakangnya, tanpa tahu polemik yang menimpanya.

    Sebut saja saya pesimis dengan perkembangan lanjutan novel ini, tapi setidaknya kita sebagai pembaca netral telah menyuarakan aspirasi kita, membuat melek beberapa orang.. semoga juga bermanfaat untuk para penulis pemula agar tidak mengikuti jejak saudari Yuli Pritania dalam mencapai 'ketenaran' salah kaprah sebagai penulis novel dengan ide comotan di tanah air.

    Saya harap penerbit lain akan mengenali nama saudari Yuli Pritania beserta potensi polemik yang dibawanya, sehingga ke depannya akan lebih berhati-hati menerima ajuan naskah dari ybs, dan naskah-naskah lain yang masuk ke meja redaksi sebaiknya benar-benar diteliti, dianalisa, dan diriset secara menyeluruh sebelum diluncurkan ke publik. Jangan hanya melihat background penulis yang sudah punya basis 'fans' misalnya. Karena fans itu bukan tolak ukur bermutu atau tidaknya sebuah karya yang dibawa seseorang.

    Saya yakin masih banyak kok calon penulis muda di luar sana yang tak memiliki basis fans tapi dikaruniai otak cemerlang sekaligus hati yang memang berdedikasi serta bertanggung jawab pada tulisan yang dihasilkannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, masih slow movement penyelesaian kasus ini,
      saya baru dari gramedia dan togamas hari ini, masih ada buku amsterdam karya rumeiko, entah sudah d revisi atau belum, berharap sih sudah,

      sama spt mas indra, saya berharap kita junjung tinggi orisinalitas ide,
      jujur, saya akui cari ide itu butuh perjuangan, riset dan berbagai proses, saya juga baru memulai belajar jd penulis, hanya hobi, dan masih terus mengasah kemampuan, dan sangat menikmati proses itu semua, justru lebih banyak hal baru bgt klo dinikmati prosesnya :)
      Buat apa punya fans banyak, tapi ternyata karya kita tidak memberikan hal baru dan baik bagi pembaca, tujuan menulis menurut saya adalah menyampaikan pesan , hal baru tentang sesuatu berdasar pemikiran kita, jadi buat karya otentik aja yuk, biar punya identitas yg beda,

      Oh iya, saya rasa dari dua kasus ini, hanya satu penerbit yg dikritisi, padahal mungkin ada penerbit yg lain yg sistemnya juga masih mengecewakan, kawal trus buku d Indonesia, banyak kok buku bagus, tapi banyak juga yg hanya melihat pasar 'pembaca' ,

      Hapus
    2. Terima kasih sdri Disha atas koreksinya.. saya tadi menyebut low movement, padahal maksud saya adalah SLOW movement.

      Ya, itu yang berhasil saya simpulkan membaca keseluruhan komentar dan tanggapan di sini. Basis fans itu ternyata bisa menjadi boomerang. Fans bisa membuat penulis melambung tinggi, hingga kadang ia lupa harus senantiasa berpijak di bumi, karena tulisan yang bersumber dari kejernihan otak dan hati datang dari orang-orang yang senantiasa 'merunduk', mau belajar dan rendah hati.

      Jika di era sekarang, penulis muda di tanah air sudah memiliki basis fans, baru dikatakan berhasil jika penulis itu mampu membuat 'fans'nya ikut berkembang bersamanya, ikut berproses menjadi semakin baik. Jadi seorang penulis baru dikatakan hebat dan mempunyai nilai plus jika pembaca tulisan-tulisannya menjadi semakin dewasa karena coretan pemikirannya.

      Banyak sekali penulis besar seperti ini, yang mampu membuat pembaca sekaligus fans tulisannya mendapat inspirasi dan semangat baru. Bukan tidak menutup kemungkinan, akan lahir penulis dari basis fans/pembaca yang juga melahirkan karya positif.

      Dunia akan lebih baik jika dipenuhi orang-orang seperti ini, berjuang memperbaiki hidup dengan menularkan pemikiran positif yang mengilhami orang lain.

      Hapus
    3. Huwaaaa....persis, sy juga termotivasi nulis krn seorang teman penulis baru yg banyak berbagi pemikirannya ttg banyak hal, segala proses dan lain2, jatuhnya seperti sama2 sambil belajar dan sharing, pdhl dy sudah ada 3 buku yg terbit , dan penulis ini bener2 teman sharing yg asik, :) ga ush sebut nama, semoga dia jd seseorang nanti
      Ah, saya takut jd fanatisme berlebihan, hehehe :D

      Oke, just wait n see, semoga kita semua banyak belajar dari hal ini, termasuk si yuli ini,

      Hapus
  63. Oke, disini saya mau sedikit menambahkan aja ya untuk komentar-komentar di atas.
    Saya rasa, kebungkaman dari Grasindo mengenai masalah ini malah membawa debat berkepanjangan. Okelah seandainya si Yuli itu si suruh tidak menanggapi oleh Grasindo, saya bisa mengerti melihat bagaimana cara dia menanggapi sesuatu. Nanti kalau dia yang menanggapi malah perang lagi. Hanya saja kenapa Grasindonya sendiri yang tidak turun tangan?
    Gini lho, ini masalah kekayaan intelektual. Sesuatu yang sifatnya sangat abstrak, sesuatu yang tidak terlihat tapi sangat sangat berharga dan mahal. Ini dilindungi Ungang-Undang dan kekayaan intelektual ini terkait dengan salah seorang penulis terkenal di luar negeri yang sudah dikenal secara internasional. Ini juga bukan sekedar FF yang mirip tapi novel yang diisukan plagiat. Novel Grasindo lagi. Terlepas dari benar atau tidaknya Yuli itu plagiat, apa Grasindo tidak malu kalau sampai nanti isu yang belum jelas benar atau tidaknya ini tercium di forum internasional? Bagaimana nanti kalau para penulis luar enggan menitipkan karyanya di Grasindo hanya karena isu ini? Atau Indonesia semakin mendapat cap jelek plagiat karena masalah ini? Well, mungkin ini udah sering ya. Orang sinetron aja banyak yang niru kok. Tapi apa kalian mau disamakan dengan para agen kreatif yang nggak kreatif itu?
    Grasindo jangan diam aja dong. Segera luruskan! Baik itu plagiat atau terinspirasi, lakukan diskusi terbuka atau pernyataan tertulis! Kredibilitasnya dipertaruhkan nih.

    BalasHapus
  64. Saya tidak tahu apa-apa tentang novel FF, Korea2nan dan sebagainya, karena saya lebih tertarik pada puisi dan cerpen yang membawa unsur kearifan lokal, tapi setelah membaca isi 'perdebatan' ini dan memikirkan lebih jauh, saya sependapat dengan komentar Mba Indah di atas.

    Grasindo harus bertindak. Saya khawatir, jika novel 2060 akan nekat lanjut terbit untuk seri kedua (di atas sempat disebutkan, 2061?), padahal seri pertamanya saja sudah menuai kecaman dan kritikan semacam ini, bakal menjadi masalah yang lebih besar. Jangan hanya memikirkan profit karena Yuli Pritania sudah tenar (entah tenarnya di hal mana, karena saya hanya melihat dia baru tenar setelah kasus ini mencuat). Maaf, jika saya terlalu keras, karena saya geregetan juga.

    Kepada Yuli Pritania, jangan cuma memikirkan diri sendiri. Anda sudah masuk dalam ranah lebih luas. Sudah berhubungan dengan masyarakat melalui karya Anda. Sudah membawa nama penerbit besar yang sebelum ini saja sudah tersandung kasus plagiasi. Saya tak habis pikir bagaimana Anda bisa sempat-sempatnya mengucapkan kata-kata kasar (dari yang saya baca di atas, ada 'tolol' dan segala macam), sementara posisi Anda di ujung tanduk? Anda tidak hanya membuat diri Anda terjebak di ujung jurang, istilahnya, tapi juga bisa menyeret Grasindo ikut jatuh bersama Anda. Bisa mengancam kredibilitas sebuah penerbit mayor terkemuka. Bisa mengancam posisi editor Anda, menyeretnya jatuh juga, karena di mana-mana, naskah yang lolos terbit itu bagian tanggung jawab editornya juga. Dan pernahkah Anda memikirkan citra atau image penulis Grasindo lainnya yang benar-benar total berkarya? Penulis-penulis senior, yang sudah bertahun-tahun lamanya mengabdikan diri pada dunia tulis-menulis di bawah naungan Grasindo, lantas ada kasus seperti ini, mereka juga ikut tercoreng namanya. Masyarakat kan gampang sekali meng-generalisasikan, termasuk ketika ada hal semacam ini, semua kena getahnya.

    Selain itu, mana tanggung jawab moral Anda pada penggemar In Death series yang kecewa? Jika mereka benar-benar membuat tindakan pada Anda, lalu terhembus hingga level internasional seperti yang dicemaskan Mba Indah, apa yang akan terjadi?

    Tolong dipikirkan baik-baik. Setelah itu, ambil tindakan.
    Pihak Grasindo, terutama. Saya tak berharap banyak bakal ada tindakan dari penulis. Melihat apa yang dituturkan di atas tentang penulis, saya ragu dia bakal bertanggung jawab. Sikapnya saja tidak sesuai dengan penulis yang harusnya melek literasi.

    Ya, saya ikut pesimis seperti Mas Indra Wicaksana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini juga yg saya takutkan sejak perdebatan ga sehat dimulai, sejak fans si yuli membela, dan ternyata si yuli pun responnya ga 'wise' sbg penulis

      Jd memang tinggal menanti sikap dr pihak grasindo, kami masih memiliki kepercayaan kok sm penerbit, masih memberi kesempatan untuk memulihkan kembali namanya,
      Penulis seperti yuli ini perlu banyak belajar lg ky'a, maaf sy bilang seperti ini, tp melihat komentar d atas, ya image si yuli sudah mudah d analisa seperti apa,

      Hapus
  65. Pihak penerbit dan penulis saling bungkam

    BalasHapus
  66. Meski telat sebagai penikmat novel dan fanfiction(FF) saya ingin mengomentari sekaligus membenarkan pernyataan saudari Jessica mengenai sepak terjang saudari penulis—Jika masih bisa disebut penulis—Yuli Pritania atas karya-karya spektakulernya di dunia FF. Memang benar apa yang dijelaskan Jessica, sempat terjadi kehebohan di kalangan pembaca FF karena tudingan plagiat atas kemiripan 2060 dengan Karya JD Robb. Di tambah lagi kebiasaan kutip sana-sini sang penulis dari karya-karya orang lain tanpa menyertakan sumber—atau mungkin sengaja lupa tak diberi agar nantinya ia menemukan pembaca setia yang mau senantisa mengingatkannya. Namun sayang, perdebatan tersebut berakhir dengan para fans penulis yang tak peduli dan memilih untuk menelan mentah-mentah alasan terinspirasi sang penulis kebanggaannya.

    Saat tudingan plagiat mencuat di blog penulis saya pribadi berpikir permasalahan ini tak perlu terlalu di permasalahkan jika karya tersebut hanya bertujuan untuk have fun dikalangan tertentu. Namun betapa kagetnya saat mendengar bahwa 2060 akan di terbitkan oleh penerbit besar dengan segala bibit masalah yang dibawanya. Sementara menurut keyakinan saya penerbit besar tentu memiliki standar tertentu untuk menerima sebuah naskah.
    Bagi saya kelihatan sekali di sini bahwa editor kurang “kaya” bacaan mengingat In Death Series adalah karya yang sudah cukup terkenal, lama sekali beredar, dan memilik banyak penggemar di Indonesia. Selain itu sangat disayangkan karena pihak editor tidak meneliti dulu seluk beluk sebuah karya yang masuk ke pihak penerbit melainkan hanya mementingkan pasar, pasar dan pasar. Maka tak heran jika buku yang diterbitkan tak lebih dari barang dagangan. Asal memiliki kemasan menarik dan punya banyak peminat mau jual barang KW tak jadi soal. Alias asal diksinya oke—menghanyutkan, sudah punya banyak fans mau ide KW pun tetap hajar.

    Kekhawatiran saya mengenai kelanjutan pro dan kontra novel ini sekarang sebenarnya sama dengan saudara2 komentator sebelumnya. Saya juga masih berharap pihak penerbit mau melakukan suatu tindakan, bukannya hanya diam dan membiarkan masalah mereda dengan sendirinya. Bagi saya itu lebih buruk dari keteledoran editor yang meloloskan karya saudari Yuli Pritania ini. Apalagi jika book 2 tetap di rilis, saya khawatir sebagai pembaca saya tidak tahu lagi bagaimana saya dapat menempatkan kepercayaan saya terhadap pihak penerbit kembali >.<

    BalasHapus
  67. saya sebagai pengunjung baru disini,
    cuma mau ngasik saran buat yang punya blog, melihat perdebatan yang gak usai karena ada adu argumen antara haters dengan fans yang sudah pasti tidak mau kalah satu sama lain dan menyebabkan saya sebagai pembaca netral di-generalisasi,ada baiknya kalau pembahasan tentang isu plagiat yang dilakukan oleh saudari Yuli Pritania, dijabarkan melalui sistem tabel sama seperti pembahasan plagialisasi novel amsterdam, sehingga tidak ada spekulasi "ngotot" antara fans dan haters yang menyebabkan diskusi yang awalnya tujuannya baik ini menjadi tidak sehat. lagi pula dengan begitu kita bisa tahu (utamanya untuk yng belum baca salah satu dari kedua novel) bagian mana yang benar-benar identik, bagian mana yang ada pengubahan unsur dan sejauh mana unsur itu diubah. setelahnya kita bisa mengambil spekulasi yang sama tentang apakah novel itu hasil plagiat atau hanya terinsprirasi seperti yang penulis katakan. setelahnya saya yakin kalau Grasindo pasti akan mengambil tindakan. Kalau tetap seperti ini, membandingkan hanya melalui komentar beberapa orang semata yang pernah membaca salah satu atau keduanya tanpa menjabarkan melalui tabel, diskusi ini akan menjadi berkepanjangan dan tidak sehat. Dan penulis tidak akan mengambil tindakan apapun, karena mereka dari pihak penulis pasti memerlukan waktu untuk membandingkan. jadi dari pada menunggu dan berdebat yang kebanyakan mengarah ke OTT, lebih baik mengambil tindakan nyata seperti sebelumnya (kasus novel amsterdam) bukan?
    semoga bisa diterima saran saya, terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju sama komentar yg ini.... biar gak ada debat gak sehat kyk gini

      Hapus
  68. dan saya penasaran mana komentar dari kak ilana tan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan saya juga penasaran sama kayak kamu...

      Hapus
    2. iya..iya..aku juga pengen tau bgt komentar Kak Ilana Tan yg mana. Bagi yg tau, kasih tau donk yg mana

      Hapus
  69. Aku pembaca 2060 sampai dengan chapter 9 waktu masih di blog. Chapter 10 aku ngga baca karena satu dan lain hal.

    Dalam pertanyaan aku nanya, dari mana dia dapet ide tentang kasus yang di angkat di dalam 2060. Tau jawabannya apa?
    Dia bilang kasus itu ada di dalam buku JD Robb dan dia ambil untuk kemudian dikembangkan.

    Bukan cuma 2060 sih. Hampir semua tulisan yuli boleh mencomot nyawa dan ide karya lain.

    Diksi bagus, miskin ide.

    BalasHapus
  70. Aku pernah beli salah satu buku YULI PRITANIA dengan judul Four Seasons Tales - penerbit Bentang Pustaka

    Tapi ternyata aku KECEWA.
    YP sepertinya sedang mencoba meniru kesuksesan seorang ILANA TAN, dengan tetralogi 4 musim.

    Ah sumpah....
    Beneran merasa ketipu sama judulnya.
    Kupikir ceritanya sebagus four season karya mbak ilana tan.
    Ah ternyata....
    Full soal korea.

    SINOPSIS :
    AUTUMN MAPLE
    WINTER IN DECEMBER
    SPRING CANDY
    SUMMER BLOSSOM

    Empat kisah cinta pada empat musim yang berbeda.
    Pertemuan Kyuhyun dan Hyena pada musim gugur.
    Keajaiban salju yang menyatukan Ji-Yoo dan Eunhyuk.
    Berseminya perasaan Leeteuk dan Hyun-Ah seperti untaian bunga musim semi.
    Cerita cinta Hee-Kyung dan Donghae yang sehangat mentari musim panas.

    Romantisme di bawah langit Korea.

    Manis dan magis!


    --------------

    Nah, ternyata dalam 4 cerita tentang musim ini, selain katanya "terinspirasi" dari ILANA TAN, ternyata ada BANYAK sekali kemiripan ceritanya dengan ide film-film terkenal.

    misalnya,

    Kyuhyun ada di cerita pertama yang berjudul Autumn Mapple. Disini Kyuhyun menjadi spy yang mempunya kekuatan dapat berpindah tempat, yah semacam jumper gitu.

    Tahu sama film JUMPER gak?
    Cowok yang bisa berpindah-pindah tempat gitu. Nah, ide ceritanya sama!

    Trus untuk ceritanya Eunhyuk dan Leeteuk... aku gak terlalu mengikuti sih. Ceritanya Eunhyuk mirip-mirip cerita 49 days, sedangkan Leeteuk ya biasa aja cuma settingnya di Paris

    49 days itu Drama KOREA.
    Populer!

    Nah, masih sanggup berlindung dibalik kata "terinspirasi" gak nih mbak Yuli?

    BalasHapus
  71. akhirnya sampai disini. setelah sekian lama penasaran apa yg menjadi beban fikiran dan perasaan adik2ku. jujur saya tidak kenal dengan penulis.novel 2060 apalagi membaca tulisanny. baik yg di blog maupun yang sudah diterbitkan sebagai novel. dan saya juga belum membaca buku JD Robb yang dibahas di page ini.

    untuk masalah kedua novel ini beberapa masukan netral sudah disampaikan oleh beberapa orang diatas. namun seingat saya ada yg menuliskan kalau ada komik/manga jepang menjadi inspirasi bagi penulis atau pengarang lainnya.

    sebenarnya menurut saya baik ff, komik, novel, drama atau film itu sama. semua itu adalah cerita. ide intinya pun kebanyakan sama namun ide cerita pasti berbeda, tokoh, dan jalan cerita memegang peranan penting disini. karena itu adalah nyawa dari sebuah cerita sedangkan setting dan gaya penulisan adalah raganya.

    saya bukan seorang fans dari seorang pengarang, namun setiap cerita yang saya baca tak pernah bisa saya lupakan. jadi setiap membaca cerita lain yang karakter tokoh dan ide ceritanya sudah saya ketahui tentu saja saya sebagai pembaca kecewa dengan hal itu. walaupun setting dan gaya bahasanya bagus.

    terlepas dari kasus ini, setidaknya ini menjadi perhatian dan pelajaran untuk pembaca, penulis terutama penerbit dalam suatu karya.

    BalasHapus
  72. bisa saya tambahkan.. saya memang belum pernah membaca death series JD Robb, tp sy sudah membaca 2060, dr pendapat teman2 tentang kesamaan cerita mungkin ada benarnya juga.. adakah yang pernah membaca series fifty shide. untuk cerita akhirnya, saya rasa karakter kyuhyun - hyena dan bahasa penulisan ada sedikit kemiripan..
    apalagi lanjutan cerita 2061 yg dipost di fanpage fb yg di buat oleh penulis (yuli) ada beberapa bagian2 yg mirip. jadi dia tdk bs di katakan plagiat, tetapi mungkin bs dkatakan ide ceritanya tdk murni dr fikiran dia.
    dan juga, saya rasa masalah plagiarisme di novel 2060 ini muncul berawal dr ketidaksukaan reader pd sikap yuli sendiri yg merasa pintar di beberapa statusnya di fb dan kdang menjelek2an orang lain. maaf kalo ada yg trsnggung dan koment sy melenceng dr tema tlisan di atas. terimakasih

    BalasHapus
  73. Saya Fufu, 18 tahun. Saya tertarik nih baca2 debat di sini, soalnya saya penggemar In Death Series juga. Nah, kebetulannya lagi, saya juga pernah jadi pembaca fanfiction2 kak Yuli Pritania. Tapi saya nggak tahu tentang fanfiction nya yg 2060, jadi saya belum pernah baca secuil pun cerita kak Yuli yg itu. Sebenarnya saya sempat ragu2 mau ikutan debat di sini atau nggak, soalnya saya sama sekali belum baca novel 2060, jadi belum bisa membandingkan persamaan & perbedaannya dengan In Death Series-nya tante Nora Roberts. Tapi, kita negara demokrasi, bukan? Jadi menurut saya, mengutarakan pendapat nggak dilarang, dong ya. Saya udah baca komentar2 di sini, semuanya (iya, semua saya baca). Begini... yang saya tahu, terinspirasi itu berarti mendapatkan bayangan tertentu, sehingga kita bisa membuat pola yang sama dgn bayangan itu. Nah, terinspirasi dengan plagiat itu beda. Kalau menurut artikata.com, plagiat adalah : pengambilan karangan (pendapat dsb) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dsb) sendiri, misal menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri; jiplakan. Dari komentator2 yg sudah baca novel 2060, saya menyimpulkan pengarang novel tsb TIDAK semuanya menuliskan sama persis dgn yg ada di In Death Series. Dipandang dari makna 'plagiat' itu sendiri, rasanya novel 2060 nggak bisa juga dikatakan murni plagiat, karena memang ada perbedaannya juga dgn In Death Series, kan? Tapi, terlepas dari kata "terinspirasi" seperti yg penulisnya sendiri bilang, itu juga udah menyalahi batasan, mengingat ada pembaca yg menyatakan persentase kemiripannya mencapai 85%. Menurut saya pribadi sih, ini bukan murni kesalahan penulis novel 2060 aja (sorry, di sini saya nggak membela siapapun & nggak menyudutkan siapapun), pihak editor dan penerbit harusnya bisa memilah dan mengoreksi naskah yg masuk. Pemikiran awal saya sih, kok bisa ya salah satu penerbit prestisius di Indonesia nggak kenal karya JD Robb? Kan lucu... Tapi bisa aja kan, pihak penerbit lebih paham mana yang bisa disebut plagiat dan mana yg bukan? Intinya, harus ada yg menjelaskan dari pihak penerbitnya nih. Mohon maaf kakak-kakak sekalian, kalau ada kata-kata saya yang salah, sekali lagi sayaa tegaskan, di sini saya hanya berpendapat. Terima kasih..

    BalasHapus
  74. kalo setahu saya karya bisa dikatakan plagiat kalo ada beberapa persen konten yg sama, untuk yang telah membaca in death series JD ROBB dan 2060 YP tolong bandingan mana saja yg sama secara keseluruhan, tdk terpotong potong..sehingga diketahui seberapa miripkah novel YP dgn JDrobb .. jika memang benar bs dikatakan plagiat,semoga Penulis 2060 mau mengakui kesalahannya kepada pembaca yg telah dirugikan,dan tidak malah membuat status pembelaan diri yang menurut saya sangat tidak pantas terucap dari seorang penulis yg telah membuat karya yg telah di terbitkan..terimakasih..

    BalasHapus
  75. kalo setahu saya karya bisa dikatakan plagiat kalo ada beberapa persen konten yg sama, untuk yang telah membaca in death series JD ROBB dan 2060 YP tolong bandingan mana saja yg sama secara keseluruhan, tdk terpotong potong..sehingga diketahui seberapa miripkah novel YP dgn JDrobb .. jika memang benar bs dikatakan plagiat,semoga Penulis 2060 mau mengakui kesalahannya kepada pembaca yg telah dirugikan,dan tidak malah membuat status pembelaan diri yang menurut saya sangat tidak pantas terucap dari seorang penulis yg telah membuat karya yg telah di terbitkan..terimakasih..

    BalasHapus
  76. Jujur, saya belum mengenal si penulis ataupun JD Robb. XD
    Jadi belum tahu apakah ini benar - benar terkait dengan plagiat atau bukan.
    Tapi, setelah membaca komentar - komentar di atas, jadi dikit yakin deh dengan artikelnya... Hehe...
    Tapi, ini menjadi pelajaran bagi semua penulis juga loh ya, biar ke depannya gak terjadi yang kayak gini lagi.

    BalasHapus
  77. Saya memang belum pernah membaca isi dari novel keduanya. Tapi saya hanya ingin menjelaskan tentang masalah karakter Cho Kyuhyun itu semua adalah NYATA ! Dia memang sosok yang dingin, selalu melakukan sesukanya (tapi dalam dunia nyata, dia melakukannya untuk menghilangkan rasa bosan dan mungkin karena sifatnya yang jail bukan karena dia kaya), dia juga pewaris dari Bisnis keluarganya ( tapi dia menolaknya dan lebih memilih menjadi seorang penyanyi jadi otomatis kakaknya Cho Ahra yang menggantikan Kyuhyun jadi pewaris). Tapi dalam karaket tersebut ada yang diubah sedikit dari faktanya.
    Dan saya juga sudah pernah membaca cerita lainnya dari penulis 2060, dan karakter mereka (Cho Kyuhyun & Hyena) memang seperti itu sebelum cerita 2060 dibuatnya menjadi novel.
    Dan soal plagiat atau inspirasi bisa dilihat berapa kesamaan/kemiripannyn karena nada dari sebuah lagu pun pasti ada kesamaannya walaupun hanya sedikit.
    Tapi intinya untuk penulis 2060 lebih hati-hati lagi membuat cerita/novel/FF-nya supaya masalah ini tidak terulang lagi. Dan jika ingin meng-inspirasikan jangan membuat banyak kesamaan.

    Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf ester, yg tahu karakter dan kepribadian kyuhyun adalah dia sendiri dan orang terdekatnya, sebagai fans memang kyuhyun terlihat seperti itu, tapi apa kita bisa menyimpulkan itu karakter nyatanya, jadilah fans yg berpikir dewasa dan rasional :)

      Lgpula whenever nyata atau tidak konteksnya di sini cerita fiksi kan ,
      Oke komentar saya ga penting sepertinya :)
      Mari doakan masalah ini ada titik temu nya, lama2 jenuh juga kan debat tanpa akhir

      _nesha

      Hapus
    2. Mbak Ester, di sini BUKAN membahas soal karakter asli tokoh idola anda, maksud saya Kyuhyun itu.
      Tapi ini karakter FIKSI Kyuhyun yang katanyaaaaa "terinspirasi" dengan Roarke.
      lagi pula, menurut saya, karakter asli seorang idola itu TIDAK MUNGKIN diketahui oleh fans-nya.
      Hanya dia dan orang terdekatnya saja yang tahu.
      Tolong jangan merusak perdebatan sehat di sini dengan komentar yang menyimpang.
      Lucu sekali.

      Hapus
  78. Komentar sepanjang ini kok banyak yang pake nama anonim. Jadi bingung aku siapa yang ngomong.........

    btw, kalau aku gak bisa kasih pendapat. Karena sejauh ini aku belum pernah membaca keduanya. Tapi aku cuma bisa berpendapat, pagiat atau tidak itu tanggung jawab penulis. Kalaupun terbukti, pasti ada tindak lanjut dari penerbit karena berita ini sudah ramai di mana-mana. Kalau ternyata tidak....

    Apa gak ngerasa salah sama penulisnya? Udah ngata-ngatain mana pake anonim. Hargailah dia. Meskipun mungkin--sekali lagi ini hanya pendapat aku karena aku juga belum baca keduanya--dia memang melakukan plagiat, bukan hak kita untuk menghakimi. Plagiat itu kan ada undang-undangnya. Aku juga sempet tuh baca tentang kasus plagiat penulis terkenal. Meski ia dalam posisi menuntut dan dituntut dan keduanya dimenangkan penulis itu. Masalah ini bisa diselesaikan kok.

    Aku tahu bagaimana rasanya dikata-katain gitu. Karena aku juga seorang author wannabe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups...Bener bangets. Kalau pedapat yang ini SETUJU saia...!!! (y)

      Hapus
    2. Pasti fans-nya nih, pura-pura jadi gak pernah baca dua-duanya. haahhahahahahhaha

      Hapus